4 Awak Kapal TB AOM 787 Selamat Dievakuasi Tim SAR Gabungan Usai Tenggelam di Perairan Anambas

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 14:57:31 WIB

ANAMBAS — Keempat awak kapal yang terdiri dari satu nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK) dikonfirmasi selamat oleh Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. Mereka adalah Zulkifli (nahkoda), serta Arbain, Dodi, dan Tawakal (ABK).

Peran Kapal Asing dalam Penyelamatan

MV Shanghai Voyager, kapal asing yang melintas di lokasi kejadian, menemukan para korban pada Sabtu malam. Kapal tersebut melaporkan penemuan itu kepada Tim SAR Indonesia, yang kemudian menindaklanjutinya dengan mengerahkan tim gabungan.

"Keempat korban ditemukan kapal asing setelah sebelumnya menyelamatkan diri menggunakan life raft dan bertahan di laut selama kurang lebih tiga jam," ujar Kapolres dalam konfirmasi dari Natuna, Ahad.

Kronologi Tenggelam: Kapal Kehilangan Keseimbangan

TB AOM 787 merupakan kapal penarik tongkang (tugboat) yang melintas di perairan Anambas pada Sabtu. Saat itu, kapal menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi. Hantaman gelombang besar membuat kapal kehilangan keseimbangan.

Awak kapal sempat memutus tali penarik (towing) yang menghubungkan kapal dengan tongkang untuk mengurangi risiko. Namun, beberapa saat setelah terlepas dari tongkang, kapal tetap tidak mampu bertahan, lalu terbalik (capsize) dan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Seluruh korban langsung diberikan penanganan di RSUD Tarempa, Kepulauan Anambas usai dievakuasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka dinyatakan dalam kondisi selamat dan sehat.

Kapolres menyampaikan rasa syukur atas keselamatan seluruh kru. "Kami bersyukur seluruh kru TB AOM 787 berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," katanya.

Imbauan Keselamatan Pelayaran

Kapolres mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR Gabungan juga sempat diterjang gelombang tinggi dan angin kencang.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung," ujar dia.

Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri. Mereka terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Kepulauan Anambas.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top