BATAM — BMKG menyebut kondisi ini dipicu oleh adanya belokan angin atau shearline yang disertai tingginya kelembapan udara di atmosfer Kepulauan Riau. Faktor itu secara aktif mendukung pembentukan awan-awan hujan di wilayah tersebut.
Menurut analisis BMKG, melimpahnya ketersediaan uap air akibat kelembapan udara yang tinggi menjadi pemicu utama potensi hujan. Belokan angin yang terjadi turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif di langit Kepri.
Kondisi ini membuat cuaca tidak sepenuhnya cerah sepanjang hari. Masyarakat diimbau tetap menyiapkan perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
BMKG telah merilis rincian prakiraan cuaca untuk seluruh kabupaten dan kota di Kepri dalam periode 28 hingga 29 Juli 2026. Data tersebut mencakup estimasi suhu, kelembapan, serta kecepatan angin di masing-masing wilayah.
Meski belum dirinci secara spesifik dalam rilis resmi, potensi hujan lokal diperkirakan merata di sejumlah titik. Warga di pesisir dan daerah aliran sungai diminta lebih waspada terhadap kemungkinan peningkatan curah hujan secara tiba-tiba.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ini dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan perikanan di perairan Kepri. Nelayan tradisional disarankan memantau perkembangan cuaca sebelum melaut, terutama pada pagi dan sore hari.
Kecepatan angin yang berubah-ubah akibat shearline berpotensi memicu gelombang sedang di beberapa perairan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.