Investasi Batam Melonjak 62 Persen, Wali Kota Sebut Transformasi ke Industri Teknologi Tinggi dan Pusat Data

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 20:51:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan capaian investasi Batam yang mencapai Rp29,89 triliun pada paruh pertama 2026, di Batam, Rabu.

BATAM — Angka investasi yang masuk ke Batam pada paruh pertama 2026 mencapai Rp29,89 triliun, naik signifikan dari Rp18,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah proyek pun bertambah menjadi 15.826 proyek, atau naik 32,82 persen.

Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan transformasi ini menunjukkan kualitas investasi yang semakin baik. Jika sebelumnya investasi didominasi infrastruktur dan manufaktur perakitan, kini arahnya bergeser ke industri bernilai tambah lebih tinggi.

Pusat Data dan GPU Jadi Motor Baru Investasi Batam

Amsakar menyebut sektor teknologi informasi menjadi motor pertumbuhan baru, terutama dengan berkembangnya industri pusat data. Ia mencontohkan PT Altiva Identity Data Center yang telah menanamkan investasi pusat data di Batam.

“Dengan ini kami berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan listrik dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama industri berbasis teknologi,” ujar Amsakar di Batam, Rabu.

Ia juga menyoroti rencana kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia. Keduanya berencana membangun fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.

Lima Sektor Penyumbang Investasi Terbesar

Berdasarkan data Semester I 2026, sektor jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp6,09 triliun. Disusul industri mesin, elektronika, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar Rp6,07 triliun.

Industri kimia dan farmasi menyumbang Rp3,97 triliun, perumahan dan kawasan industri Rp3,52 triliun, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp2,55 triliun.

Rata-rata Investasi Per Proyek Naik 22 Persen

Menurut Amsakar, peningkatan tidak hanya terjadi pada jumlah proyek, tetapi juga nilai investasi per proyek. Rata-rata investasi per proyek naik 22,53 persen, dari Rp1,54 miliar menjadi Rp1,89 miliar.

“Lonjakan ini mencerminkan iklim usaha yang semakin kondusif sekaligus hasil sinergi antara Pemko Batam, BP Batam, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan kepastian berusaha bagi investor,” katanya.

Singapura Masih Jadi Investor Terbesar

Dari sisi negara asal, Singapura masih mendominasi dengan nilai investasi Rp10,89 triliun. Disusul Hong Kong Rp1,39 triliun, Korea Selatan Rp1,18 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp1,11 triliun, dan Amerika Serikat Rp1,02 triliun.

“Transformasi struktur investasi ke bidang teknologi ini seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam,” ujar Amsakar.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top