Gemini Robotics 2: Google Bikin Robot Humanoid Bisa Gerak Seluruh Tubuh, Isi Ulang Air hingga Ikat Sampah

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 01:14:31 WIB
Google DeepMind merilis Gemini Robotics 2 yang memungkinkan robot humanoid mengontrol seluruh tubuh secara otonom.
Ulang Air hingga Ikat Sampah LEAD: Google DeepMind merilis platform kecerdasan buatan Gemini Robotics 2 yang memungkinkan robot humanoid mengontrol seluruh tubuh secara otonom. Sistem anyar ini sanggup melakukan gerakan kompleks seperti mengisi ulang air ke kaleng penyiram dan mengikat kantung sampah, melampaui kemampuan versi sebelumnya yang hanya mengandalkan lengan robotik. ISI:

KEPULAUAN RIAU — Google DeepMind resmi mengumumkan versi baru dari model AI Gemini yang dirancang khusus untuk mengendalikan beragam jenis robot, termasuk robot humanoid. Dalam video demonstrasi yang dirilis perusahaan, Gemini Robotics 2 memperlihatkan kemampuan robot yang disebut sebagai "intelligent whole-body control" atau kendali seluruh tubuh yang cerdas.

Kemampuan Baru yang Melebihi Generasi Sebelumnya

Video yang dirilis Google menunjukkan robot-robot tersebut melakukan tugas rumah tangga yang membutuhkan koordinasi kompleks. Mulai dari memasukkan kaset ke boombox, memasang bola lampu, mengisi ulang air ke kaleng penyiram, hingga mengikat kantung sampah plastik.

Jika Gemini Robotics generasi pertama hanya bisa menggerakkan lengan dan tangan robotik untuk tugas seperti melipat origami atau menutup kantong penyimpanan, versi kedua ini menghadirkan kontrol gerakan seluruh tubuh. Google mengklaim video tersebut adalah rekaman langsung (real-time footage) dari robot yang bekerja secara otonom penuh, berbeda dengan demonstrasi robot Optimus milik Elon Musk yang terbukti menggunakan operator jarak jauh atau teleoperator.

Cara Kerja: Otak AI Bertumpuk dalam Satu Robot

Untuk mewujudkan kemampuan ini, Google menjejali robot dengan beberapa model AI berbeda. Kombinasi ini menghasilkan pemahaman multimodal terhadap lingkungan sekitar robot.

Komponen utamanya terdiri dari satu vision language model (VLM) yang membantu robot memahami objek dan situasi, serta dua vision language action model (VLA) yang secara spesifik mengontrol gerakan tubuh dan tangan. Pembagian tugas ini memungkinkan robot merespons perintah secara simultan tanpa jeda berarti.

Bukan Robot Serba Guna, Ada Batasan Signifikan

Meski impresif, Google DeepMind mengakui robot-robot ini belum bisa melakukan apa pun secara umum. Model AI dilatih secara spesifik untuk setiap tugas yang ditampilkan dalam video, menggunakan kombinasi data dari operator manusia jarak jauh (teleoperation), contoh video, dan simulasi komputer.

"Ini adalah tonggak lain dalam perjalanan kami menuju apa yang disebut sebagai physical AGI (Artificial General Intelligence), yang berarti membuat robot bisa melakukan apa pun yang bisa dilakukan manusia," demikian pernyataan Google DeepMind yang dikutip dari Wired.

Soal Keamanan: Risiko Nyata Robot Bertubuh Manusia

Google menyadari risiko keamanan yang lebih besar ketika robot berukuran sebesar manusia dioperasikan di lingkungan nyata. "Pertanyaan soal keamanan menjadi semakin mendesak karena Anda menempatkan mereka di banyak situasi lain. Banyak ketidakpastian akan muncul, dan Anda harus memahami masalah keamanan ini lebih dalam," ujar Carolina Parada, kepala divisi robotika di Google DeepMind, kepada Wired.

Perusahaan mengklaim menerapkan pendekatan berlapis untuk keamanan. Setiap lapisan model AI dilengkapi guardrails atau pagar pembatas. Google juga memperkenalkan tolok ukur baru bernama ASIMOV-Agentic untuk mendeteksi apakah suatu perintah akan menghasilkan konsekuensi berbahaya.

Kapan Bisa Dibeli? Jawaban Google vs Janji Elon Musk

Google menegaskan teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan dan belum akan dirilis sebagai produk konsumen dalam waktu dekat. Sebaliknya, kompetitor Elon Musk melalui Tesla terus mengumbar janji besar soal robot Optimus. Musk pernah menyatakan akan memproduksi 50.000 hingga 100.000 unit Optimus pada 2026 dan 1.000 unit di pabrik pada akhir 2025. Target pertama gagal terwujud, dan target kedua dipastikan tidak akan tercapai.

Bagi penggemar teknologi di Indonesia, perkembangan ini masih perlu dinikmati dari jauh. Meski potensinya besar untuk otomatisasi rumah tangga dan industri, jalan menuju robot serba guna yang aman dan terjangkau masih panjang. Untuk saat ini, Gemini Robotics 2 lebih merupakan demonstrasi kemampuan teknis ketimbang produk siap pakai.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top