KEPULAUAN RIAU — Penangkapan terjadi saat MS baru saja tiba dari Malaysia dan melintasi pemeriksaan X-ray di area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, pekan lalu. Koper miliknya memicu kecurigaan petugas karena memuat puluhan bungkus plastik yang dibungkus rapi di balik lapisan kain.
"Diduga barang tersebut akan diserahkan kepada jaringan narkoba di Jakarta," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengky Irawan, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/8).
MS bukan sekadar kurir. Ia mengaku mendapat imbalan jutaan ringgit untuk sekali perjalanan. Sabu dan ekstasi yang dibawanya dikemas dalam plastik vakum untuk mengelabui anjing pelacak dan pemindai. Petugas menemukan 70.114 butir ekstasi yang tersebar dalam beberapa kantong serta sabu yang dipress padat.
Menurut penyidik, MS sudah tiga kali melakukan perjalanan serupa ke Indonesia dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Namun, baru kali ini pemeriksaan petugas berhasil membongkar muatan terlarangnya.
"Dia kami amankan tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi awal, MS menyebut nama bandar berinisial A yang selama ini menjadi koordinator pengiriman dari Malaysia," tambah Hengky.
MS kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling berat adalah pidana mati atau penjara seumur hidup.
Penyidik masih memburu jaringan penerima di Jakarta. Polisi juga berkoordinasi dengan otoritas anti-narkoba Malaysia untuk menelusuri aliran dana dan keterlibatan bandar berinisial A yang disebut MS.
Kasus ini menjadi catatan serius bagi pengawasan bandara. Seorang pilot dengan akses bebas ke area steril justru menjadi kurir narkoba lintas negara. Petugas gabungan Bea Cukai dan Polri kini memperketat pemeriksaan terhadap awak pesawat, khususnya yang baru tiba dari Malaysia.
MS tercatat sebagai pilot aktif di sebuah maskapai penerbangan murah asal Malaysia. Ia memiliki lisensi penerbangan komersial yang masih berlaku hingga 2027. Maskapai tempatnya bekerja belum memberikan pernyataan resmi, namun pihak kepolisian memastikan proses hukum terhadap MS berjalan tanpa hambatan.
Dari hasil pemeriksaan urine, MS dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba. Ia mengaku hanya menjadi pengangkut, bukan pemakai. Namun, keterangan tersebut masih didalami penyidik karena pola pengiriman yang terstruktur mengindikasikan adanya keterlibatan lebih jauh dari sekadar kurir lapangan.