KEPULAUAN RIAU — Mitsubishi New Xforce non-hybrid ini bukan sekadar penyegaran minor. Kami melihat langsung pembaruan yang menyasar titik lemah pendahulunya, terutama dari sisi fitur kenyamanan dan keselamatan yang sebelumnya terasa kurang kompetitif di kelasnya.
Hal pertama yang langsung terlihat adalah penambahan fitur yang sebelumnya menjadi 'dosa' utama Xforce. Kini hadir power tailgate yang bisa dibuka dengan sensor kaki, sebuah kemewahan yang jarang ditemui di kelasnya. Ini bukan gimmick; sangat membantu saat tangan penuh bawaan belanja.
Bagian dalam juga mendapat upgrade signifikan. Ada jok dengan power adjustment untuk pengemudi dan ventilasi pendingin kursi untuk baris depan. Di iklim tropis seperti Indonesia, fitur terakhir ini lebih berguna daripada sunroof yang kerap hanya jadi pajangan.
Untuk urusan audio, Mitsubishi bekerja sama dengan Yamaha. Sistem 8-speaker ini menghasilkan suara yang bersih untuk kelasnya, meski bass-nya tidak sedalam sistem premium dari merek lain. Cukup memuaskan untuk menemani perjalanan macet di kota.
Mesin 1.5L MIVEC dengan transmisi CVT masih menjadi andalan. Tenaganya tidak berubah—tetap di angka yang sama dengan versi sebelumnya—dan itu bukan masalah besar untuk penggunaan harian. Karakternya halus dan responsif di kecepatan rendah, cocok untuk stop-and-go di lalu lintas perkotaan.
Konsumsi bahan bakarnya tetap menjadi nilai jual utama. Dalam rute kombinasi dalam dan luar kota, angka yang kami catat berada di kisaran 13-14 km/liter. Ini efisien untuk ukuran SUV segmen ini dan menjadi alasan kuat memilih varian non-hybrid ini daripada menunggu versi hybrid yang harganya pasti lebih mahal.
Meski fiturnya makin lengkap, ada beberapa hal yang tetap menjadi catatan. Suspensi belakang masih menggunakan torsion beam. Saat melintasi jalan bergelombang dengan kecepatan sedang, terasa sedikit limbung di baris kedua. Ini bukan masalah besar di dalam kota, tapi akan terasa bedanya saat dibawa ke luar kota dengan kecepatan tinggi.
Kualitas material interior masih didominasi plastik keras di beberapa bagian bawah dasbor. Meski rakitannya solid, secara premium feel masih kalah dari kompetitor sekelasnya yang sudah menggunakan bahan lebih lembut di area yang sering disentuh.
Terakhir, versi non-hybrid ini belum memiliki fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) selengkap kompetitor. Fitur keselamatan seperti blind spot monitoring dan adaptive cruise control belum tersedia, padahal beberapa rival di harga yang sama sudah menawarkannya.
New Xforce non-hybrid ini jelas menyasar keluarga muda perkotaan yang mengutamakan kepraktisan dan fitur harian. Jika Anda lebih sering berkutat di kemacetan kota dan sesekali perjalanan jauh di akhir pekan, SUV ini menawarkan nilai yang sangat baik. Fitur seperti ventilated seat dan power tailgate adalah barang mewah yang akan Anda syukuri setiap hari.
Namun, jika Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan kecepatan tinggi atau sangat mengandalkan fitur keselamatan aktif semi-otonom, ada baiknya mempertimbangkan kompetitor lain yang lebih unggul di aspek tersebut. Pada akhirnya, Xforce non-hybrid adalah pilihan cerdas bagi mereka yang ingin fitur maksimal tanpa harus membayar lebih untuk teknologi hybrid yang mungkin tidak terlalu dibutuhkan di dalam kota. Ini bukan mobil yang sempurna, tapi untuk harganya, ia menawarkan paket yang sangat menggoda.