Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas menyiagakan 65 personel untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Personel gabungan dari TNI, BPBD, Basarnas, hingga pemadam kebakaran juga disiagakan menyusul potensi ancaman karhutla yang dapat meluas.
NATUNA — Polres Kepulauan Anambas menggelar apel gelar pasukan di Lapangan Apel Catur Prasetya, Jumat pagi, sebagai langkah awal menyamakan persepsi seluruh instansi dalam penanganan karhutla. Sebanyak 65 personel kepolisian disebar di Mapolres dan sejumlah Polsek untuk mempercepat respons jika muncul titik api.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menegaskan, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya merembet ke kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kehidupan sosial warga.
Pencegahan dini menjadi prioritas utama. Polres bersama instansi terkait akan menggencarkan patroli terpadu di wilayah-wilayah yang rawan terbakar. Setiap indikasi kebakaran atau titik panas yang muncul akan langsung ditindaklanjuti agar api bisa dikendalikan sebelum meluas.
"Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas hingga masyarakat," ujar Kapolres dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Natuna, Jumat.
Selain patroli, sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan. Polres menilai kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan karhutla.
"Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa mencegah karhutla jauh lebih baik daripada menanggulangi dampaknya setelah terjadi," kata AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka.
Seluruh peralatan pemadam dari masing-masing instansi juga telah disiagakan untuk mendukung operasi lapangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.