Badan Pengusahaan (BP) Batam menuntaskan penanganan 29 titik banjir di Kota Batam, Kepulauan Riau, melalui serangkaian pekerjaan perbaikan dan peningkatan infrastruktur drainase. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mengurangi genangan yang kerap melumpuhkan aktivitas warga saat hujan deras.
BATAM — BP Batam melaporkan progres signifikan dalam upaya pengendalian banjir di kota industri tersebut. Sebanyak 29 titik genangan yang sebelumnya menjadi langganan banjir kini telah tertangani melalui program perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran drainase.
Penanganan ini merupakan respons atas keluhan warga yang selama ini terdampak genangan setiap kali curah hujan tinggi melanda Batam. Perbaikan difokuskan pada titik-titik kritis yang berada di kawasan permukiman padat penduduk dan ruas jalan utama.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi normalisasi saluran, pengerukan sedimentasi, serta pembangunan turap dan infrastruktur pendukung lainnya. Langkah teknis ini diambil untuk memastikan debit air hujan dapat mengalir lancar menuju laut tanpa meluap ke pemukiman.
BP Batam menargetkan seluruh titik rawan yang tersisa dapat segera menyusul ditangani. Perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial mengingat kondisi geografis Batam yang berbukit dan memiliki dataran rendah yang rentan terhadap akumulasi air.
Berkurangnya titik banjir memberikan dampak nyata bagi mobilitas warga dan kelancaran arus distribusi logistik. Kawasan industri yang selama ini sering terganggu akibat genangan kini dapat beroperasi lebih optimal, terutama saat musim hujan puncak tiba.
Sebelumnya, genangan di sejumlah ruas jalan utama kerap memicu kemacetan panjang dan menghambat akses pekerja menuju kawasan pabrik. Dengan adanya perbaikan ini, risiko gangguan operasional diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
BP Batam berkomitmen melanjutkan pemeliharaan berkala agar kapasitas drainase tetap terjaga. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air guna mendukung efektivitas infrastruktur yang telah dibangun.