FPTI Batam Target Enam Emas di Porprov Kepri 2026, 14 Atlet Siap Dikirim ke Tanjungpinang

Penulis: Bastian Sihombing  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:07:01 WIB
Pengurus FPTI Batam periode 2026-2030 resmi dilantik di Golden Prawn Batam, Sabtu (29/8/2026).

BATAM — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Batam resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026-2030. Ketua FPTI Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, melantik pengurus yang dipimpin Dian Desima Sitanggang di Golden Prawn Batam, Sabtu (29/8/2026). Pelantikan ini sekaligus menjadi titik start persiapan menuju Porprov Kepri yang akan digelar di Tanjungpinang.

Dian Desima Sitanggang kembali dipercaya memimpin FPTI Batam untuk periode kedua. Ia mengakui amanah ini membawa tanggung jawab besar, terutama dalam membina atlet muda dan memenuhi target prestasi di ajang provinsi.

"Ini tanggung jawab yang sangat berat, tetapi kami bersyukur dan berterima kasih karena masih dipercaya menjadi ketua umum pada periode kedua ini," ujar Dian dalam sambutannya.

Enam Emas dari Sepuluh Nomor yang Dipertandingkan

FPTI Batam mematok target ambisius pada Porprov Kepri 2026. Dari total sepuluh nomor yang dipertandingkan, enam medali emas menjadi bidikan utama kontingen Batam.

Sepuluh nomor tersebut terbagi dalam dua kategori. Pada kategori lead, nomor yang dipertandingkan meliputi perorangan putra, perorangan putri, mix putra-putri, serta beregu. Sementara di kategori speed, terdapat nomor perorangan putra, perorangan putri, mix, dan beregu.

"Target kami enam medali emas dari 10 nomor yang dipertandingkan," kata Dian.

Pembinaan Usia Dini Jadi Fondasi Atlet Internasional

Selain mengejar prestasi di tingkat provinsi, kepengurusan baru FPTI Batam menempatkan pembinaan atlet usia dini sebagai prioritas utama. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun fondasi jangka panjang bagi olahraga panjat tebing di Batam.

Wahyu Wahyudin menegaskan bahwa pembinaan di Batam memiliki peran strategis untuk mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Ia menyebut panjat tebing Indonesia saat ini mendapat perhatian serius di kancah dunia.

"Harapan saya, FPTI Batam ini bisa mencetak atlet-atlet muda, terutama yang bisa mewakili Kepri ke depannya. Panjat tebing di Indonesia sangat diperhatikan di kancah internasional," katanya.

"Target saya cuma satu, bahwa ada atlet internasional nanti untuk Indonesia yang mewakili Provinsi Kepri," imbuh Wahyu.

Peluang Sport Tourism dengan Singapura

Di luar urusan prestasi, FPTI Kepri melihat potensi besar pengembangan sport tourism di Batam. Peluang ini semakin terbuka setelah komunitas panjat tebing dari Singapura berkunjung ke Batam sekitar dua pekan lalu.

Kunjungan tersebut memunculkan inisiatif untuk menggelar event persahabatan antara Batam dan Singapura. Wahyu menilai antusiasme komunitas Singapura menjadi sinyal positif bagi industri olahraga dan pariwisata di kota industri tersebut.

"Mereka juga antusias kalau seandainya diadakan event persahabatan di Batam. Inilah peluang terbuka untuk sport tourism," bebernya.

Dengan kepengurusan yang baru dilantik, FPTI Batam kini memiliki pekerjaan rumah besar: memenuhi target enam emas di Porprov 2026 sekaligus menyiapkan regenerasi atlet. Keduanya berjalan beriringan, dengan pembinaan usia dini sebagai kunci keberlanjutan prestasi panjat tebing Batam di masa mendatang. ***

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sijoritoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top