BATAM — Batam International Taekwondo Championship (BITC) yang digelar awal September 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi pengembangan taekwondo di Kepulauan Riau. Kejuaraan Grade B ini untuk pertama kalinya digelar di daerah tersebut dengan menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri.
Ketua Pengprov TI-Kepri, Kosasi Sumarli, menyebut ajang ini merupakan peluang langka bagi atlet lokal untuk menambah jam terbang di kancah internasional. Ia menegaskan kejuaraan ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan taekwondo di tingkat nasional.
Persiapan pelaksanaan BITC mendapat pengawasan langsung dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Tim PBTI telah meninjau lokasi pertandingan di Hotel Pacific Palace Baram dan memastikan kesiapan fasilitas.
PBTI juga telah menetapkan sejumlah wasit berpengalaman untuk memimpin jalannya pertandingan. Hal ini dilakukan agar seluruh pertandingan berjalan sesuai standar internasional.
“Tentu dengan adanya dukungan dari PBTI, kejuaraan ini dapat terlaksana secara maksimal,” ujar Kosasi di Batam, 30 Agustus 2026.
Ketua Panitia BITC, Deriansyah Wengkang, mengatakan pendaftaran peserta masih terbuka hingga 1 September 2026. Panitia memberikan kesempatan bagi klub lain dari provinsi di Indonesia maupun negara tetangga untuk bergabung.
Saat ini tercatat 551 atlet dari 26 klub yang tersebar di sejumlah provinsi Indonesia telah mendaftar. Selain itu, empat klub dari Malaysia juga memastikan diri menjadi peserta dalam kejuaraan bergengsi tersebut.
Bagi atlet asal Kepri, BITC menjadi panggung untuk mengukur kemampuan melawan atlet dari berbagai daerah dan negara. Kosasi berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah.
“Kejuaraan ini peluang yang langka di Kepri. Kejuaraan ini pula menjadi catatan sejarah penting dalam pengembangan taekwondo baik di Kepri maupun nasional dan internasional,” katanya.