Dejan/Apri Raih Gelar Perdana di Pontianak, Modal Berharga Bangkitkan Ganda Campuran Indonesia

Penulis: Ronal Siregar  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 12:29:31 WIB
Dejan/Apri meraih gelar perdana usai menaklukkan pasangan Taiwan pada final di Pontianak.

KEPULAUAN RIAU — Dejan/Apri menaklukkan pasangan Taiwan Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun dengan skor 19-21, 27-25, 21-19 pada laga final yang berlangsung di Pontianak. Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar perdana mereka sejak resmi dipasangkan oleh tim pelatih PBSI beberapa bulan terakhir.

Pijakan Pertama Menuju Level Lebih Tinggi

Gelar ini bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, Dejan menyebutnya sebagai fondasi kepercayaan yang selama ini mereka cari. "Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain," ujar Dejan dalam rilis resmi PBSI.

Dejan menegaskan level turnamen tidak jadi patokan utama. "Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," tambahnya.

Ujian Mental di Tengah Tekanan Penonton

Laga final tidak berjalan mudah. Setelah kehilangan gim pertama, Dejan/Apri harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan lewat rubber game. Apriyani mengakui tensi pertandingan sangat tinggi dan tekanan terus datang dari lawan. "Sangat tidak mudah pertandingan hari ini, tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan tapi kami terus coba untuk menaikkan hawa pertandingannya. Walau dengan keadaan gugup dan tegang tapi bagaimana kami harus bisa mengatasinya," ungkap peraih emas Olimpiade Tokyo itu.

Dukungan penonton lokal Pontianak pun menjadi energi tambahan. "Terima kasih untuk warga Pontianak yang sudah hadir, gemuruh dan atmosfernya luar biasa tadi. Dukungan itu menambah energi kami untuk terus berjuang," kata Apri.

Duet Baru dengan Segudang Pengalaman

Ini adalah turnamen kedua bagi Dejan/Apri. Debut mereka terjadi di Taiwan Open 2026 pada Juli lalu. Kombinasi keduanya memang menjadi racikan anyar pelatih ganda campuran. Dejan sebelumnya pernah menembus top 10 dunia berduet dengan Gloria Emanuelle Widjaja, kemudian sempat dipasangkan dengan Siti Fadia Silva dan Bernadine Wardana. Sementara Apriyani, yang namanya melambung setelah meraih emas Olimpiade 2020 bersama Greysia Polii, kini memutuskan pindah haluan dari ganda putri. Ia sebelumnya sempat berpartner dengan Siti Fadia Silva dan Lanny Tria Mayasari.

Perjalanan baru ini diakui Apri sebagai proses adaptasi yang tidak instan. "Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudah membantu kami dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran. Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan," tutup Apri.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top