KEPULAUAN RIAU — Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) merilis hasil inspeksi tahunan kesesuaian produksi kendaraan energi baru (NEV). Dari tujuh sampel yang diperiksa, regulator menemukan empat kategori ketidakpatuhan, termasuk pada model Geely Xingyuan dan BYD Qin L DM-i.
Geely Xingyuan yang diuji berkode model JL7001BEV71, produksi Zhejiang Haoqing Automobile Manufacturing Co., Ltd. Sementara BYD Qin L DM-i berkode BYD7153WT6HEV, keluaran BYD Auto Industry Co., Ltd. Keduanya merupakan model yang beredar luas di pasar domestik China.
MIIT menemukan jarak sumbu roda unit sampel Geely Xingyuan berbeda dari nilai katalog resmi. Selisihnya melampaui batas toleransi kesalahan 1 persen yang diizinkan regulator.
Angka pengukuran aktual dan besaran deviasi dalam milimeter tidak diungkapkan. Regulator menegaskan jarak sumbu roda adalah dimensi kendaraan yang terdaftar secara resmi. Temuan ini masuk kategori masalah kesesuaian produksi, bukan cacat kinerja atau keselamatan.
Pada BYD Qin L DM-i, MIIT mendapati konsumsi bahan bakar mode Charge-Sustaining (CS) melebihi nilai deklarasi perusahaan. Mode CS adalah kondisi operasional saat baterai tegangan tinggi dijaga dalam rentang daya stabil, dengan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga utama.
Hasil pengujian menunjukkan angka konsumsi bahan bakar lebih tinggi dari katalog resmi, meski selisihnya tidak dirinci. Temuan ini menyangkut kinerja efisiensi yang dideklarasikan, bukan indikasi kegagalan komponen.
Temuan ini hanya berlaku untuk kendaraan sampel yang diinspeksi. Regulator menyebutnya sebagai ketidaksesuaian produksi, bukan cacat umum, sehingga tidak berarti penarikan kembali seluruh armada Geely Xingyuan atau BYD Qin L DM-i.
MIIT menyatakan telah mengambil tindakan sesuai tingkat keparahan temuan. Langkah yang tersedia meliputi perintah perbaikan, penangguhan atau pencabutan entri produk dari katalog, serta penghentian penyebarluasan informasi sertifikat kesesuaian. Namun, pengumuman publik tidak merinci sanksi spesifik yang dijatuhkan kepada Geely atau BYD.
Bagi pemilik kedua model di Indonesia, belum ada dampak langsung dari pengumuman ini. Kewajiban administratif tersebut berlaku untuk pasar domestik China. Pantau informasi resmi dari ATPM masing-masing bila model ini sudah dipasarkan secara lokal.