TANJUNGPINANG — Ratusan peserta dari 126 regu memulai perjalanan panjang 45 kilometer pada Sabtu malam (29/8/2026) dari Bundaran Tugu Provinsi. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian Tri Lomba Juang yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lis Darmansyah menegaskan bahwa ajang tahunan ini bukan hanya soal kecepatan dan daya tahan tubuh para peserta. Ia menyebut kegiatan semacam ini menjadi magnet yang menghadirkan banyak orang, dan secara otomatis menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi perlombaan.
Menurut Lis, kehadiran peserta, keluarga pendukung, hingga warga yang sekadar menonton di sepanjang rute, menjadi peluang besar bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal. Para pedagang dapat memanfaatkan momen ini untuk menawarkan dagangannya kepada kerumunan.
"Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi olahraga dan kebersamaan, tetapi juga mampu membuka peluang bagi IKM dan UKM untuk berjualan. Dengan banyaknya masyarakat yang hadir dan beraktivitas, tentu ada perputaran ekonomi yang terjadi dan ini menjadi bagian dari upaya kita menggerakkan perekonomian Kota Tanjungpinang," ujarnya.
Ia memastikan Pemko Tanjungpinang akan terus mendorong kegiatan serupa yang mampu menghidupkan ruang publik sembari memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal. "Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang aktif dan ramah terhadap berbagai kegiatan masyarakat," tambah Lis.
Di tengah semangat kompetisi, Lis mengingatkan seluruh regu untuk tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan. Ia meminta peserta tertib selama menempuh rute dan mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
"Yang paling penting adalah kita menjaga sportivitas dan kebersamaan. Ikuti kegiatan ini dengan tertib, saling menghargai dan memberikan ruang kepada sesama peserta. Kita ingin Gerak Jalan Tri Lomba Juang ini menjadi kegiatan yang menyenangkan, aman dan mampu memperkuat persaudaraan kita," katanya.
Imbauan serupa juga disampaikan kepada masyarakat yang turut menyaksikan dan mengiringi peserta. Lis berharap penonton memberikan ruang yang cukup agar perjalanan para peserta tetap aman dan nyaman, serta tidak ada tindakan yang memicu perselisihan.
Gerak Jalan 45 KM tahun ini menjadi momentum penanaman kembali nilai perjuangan dan gotong royong di tengah masyarakat. Lis berharap semangat yang tumbuh dari kegiatan kemerdekaan tidak berhenti setelah perlombaan usai, melainkan terus hidup dalam keseharian warga.
"Semoga apa yang kita lakukan malam hari ini memberikan manfaat bagi kita semua. Mari kita jaga kebersamaan, persaudaraan, sportivitas dan kecintaan kita terhadap kota yang kita cintai dan kita banggakan bersama," tutupnya.