Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dari 15 puskesmas melalui kegiatan orientasi pembinaan posyandu bidang kesehatan. Pelatihan yang berlangsung 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Kecamatan Bunguran Timur ini diikuti 50 peserta untuk memperkuat pendampingan kader posyandu.
NATUNA — Sebanyak 50 tenaga kesehatan yang terdiri atas tenaga promosi kesehatan, tenaga gizi, serta penanggung jawab program penyakit tidak menular (PTM) dari 15 puskesmas dan Dinkes Natuna mengikuti orientasi pembinaan posyandu. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026, di Kecamatan Bunguran Timur.
Kepala Dinkes Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas kesehatan mengenai kebijakan dan konsep posyandu. Para peserta juga diharapkan semakin kuat dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kader di lapangan.
Orientasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup di posyandu. Dinkes Natuna juga mendorong pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) secara efektif, terpadu, dan berkesinambungan.
Materi pada hari pertama mencakup arah kebijakan pembinaan posyandu bidang kesehatan, kebijakan posyandu dan ILP, serta peran puskesmas dalam pembinaan. Peserta juga mendapat materi mengenai peran posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada pelayanan posyandu bidang kesehatan serta pembinaan dan pendampingan kader oleh petugas puskesmas. Materi yang diberikan mencakup keterampilan dasar kader, termasuk teknik komunikasi, edukasi, dan konseling bagi kader posyandu.
Pemateri dalam kegiatan ini adalah Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Zabir. Turut menjadi narasumber Erni Yusnita selaku tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku ahli madya, serta Abdurrohim selaku administrator ahli muda.
Pada hari ketiga, peserta mengikuti materi mengenai teknik pembinaan, supervisi, dan pendampingan kader posyandu. Mereka juga melakukan praktik atau simulasi pelaksanaan posyandu berbasis siklus hidup, serta belajar tentang pencatatan, pelaporan, dan pemanfaatan data posyandu.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), post-test, dan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna berharap tenaga kesehatan puskesmas memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kader. Dengan begitu, pelayanan kesehatan di posyandu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, ujar Hikmat Aliansyah.