Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyiapkan empat agenda wisata budaya sepanjang September 2026 dengan target memperpanjang durasi tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Bintan, Batam, dan Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG — Dinas Pariwisata Kepulauan Riau memetakan empat agenda wisata budaya sepanjang September 2026 untuk menjaga laju pertumbuhan sektor pariwisata di daerah itu. Seluruh kegiatan dirancang bukan sekadar atraksi, melainkan menghadirkan interaksi langsung antara wisatawan dengan kehidupan serta tradisi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan kalender kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Kepri. Dengan begitu, belanja wisatawan diharapkan berputar lebih luas ke pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal.
"Dengan rangkaian kalendar pariwisata ini, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Hasan di Tanjungpinang, Selasa.
Agenda pertama dibuka Kenduri Budaya Bintan pada 2-5 September 2026 di Akau Taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan. Kegiatan ini menonjolkan suasana budaya yang dekat dengan aktivitas keseharian warga.
Berikutnya, Festival Moon Cake berlangsung 11-24 September 2026 di K-Square Mall, Batam. Festival ini menjadi ruang perjumpaan beragam budaya yang tumbuh berdampingan di tengah masyarakat Batam.
Kota Tanjungpinang menyusul dengan Gebyar Masyarakat Pesisir pada 14-20 September 2026. Kegiatan ini menampilkan semangat komunitas pesisir sebagai bagian penting dari identitas pariwisata Kepri.
Rangkaian ditutup Pawai Lampion pada 24 September 2026 di Tanjungpinang. Ribuan cahaya lampion direncanakan menghiasi kawasan Kota Gurindam dan menjadi daya tarik visual bagi wisatawan.
Hasan menegaskan keempat ajang itu dirancang untuk memperlihatkan bahwa pariwisata Kepri bertumpu pada kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat, bukan hanya mengandalkan panorama alam serta pesona bahari.
"Kepri tidak hanya menawarkan keindahan alam dan pesona bahari, tapi mengajak wisatawan untuk merasakan langsung denyut budaya, tradisi, kreativitas masyarakat," ujar Hasan.
Melalui variasi kegiatan yang tersebar di tiga daerah, Pemprov Kepri berharap wisatawan memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal dan mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu periode kunjungan.