Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menyatakan kualitas udara di wilayah itu berada pada kategori sedang setelah konsentrasi partikel halus PM2.5 naik dari 17,5 menjadi 24,9 mikrogram berdasarkan pengukuran terbaru. Kenaikan itu tetap perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru. Dinkes menyarankan kelompok rentan mengurangi paparan luar ruangan dan memakai masker saat beraktivitas.
TANJUNGPINANG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam menyebut kualitas udara di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu masih dapat diterima, meski konsentrasi PM2.5 mengalami kenaikan. Data itu berasal dari hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup Tanjungpinang per 10 September 2026.
"Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Tanjungpinang naik dari 17,5 mikrogram menjadi 24,9 mikrogram pada pengukuran terbaru. Meski naik, kualitas udara masih berada pada kategori sedang," kata Rustam di Tanjungpinang, Kamis.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Pada kondisi tertentu, orang yang sangat sensitif terhadap polusi dapat merasakan dampaknya pada kesehatan.
Rustam menyebut anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru sebagai kelompok yang perlu lebih berhati-hati. Mereka disarankan mengurangi paparan, khususnya jika harus beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.
Masker menjadi salah satu cara mengurangi paparan saat berada di luar rumah. "Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus. Kemudian, kalau merasa tidak nyaman pada dada, aktivitas fisik atau olahraga berat sebaiknya dikurangi," ujarnya.
Paparan PM2.5 juga perlu diperhatikan ketika warga berada di dalam rumah, terutama keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan. Penggunaan penjernih udara dengan filter HEPA dapat membantu menyaring partikel halus.
Bagi masyarakat yang sehat, Rustam mengimbau warga mengecek kondisi kualitas udara sebelum berolahraga atau beraktivitas lama di luar ruangan. "Untuk masyarakat yang sehat, sebelum berolahraga atau beraktivitas lama di luar ruangan, cek dulu tingkat polusi terkini," demikian Rustam.
Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menghindari membuka jendela pada jam lalu lintas padat. Warga juga disarankan menjaga kecukupan air putih dan asupan vitamin selama kualitas udara belum kembali ke kategori baik.