KEPULAUAN RIAU — Kotamobagu, Sulawesi Utara — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu tidak sekadar merayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan seremoni. Perusahaan listrik milik negara itu turun langsung menemui para pemangku kepentingan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), salah satu wilayah kerja mereka di Sulawesi Utara.
Rangkaian kunjungan menyasar jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim, manajemen RSUD Boltim, hingga PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana pembangunan rumah sakit tersebut. Bupati Boltim menyambut langsung kunjungan ini. Tujuannya jelas: menyerap aspirasi, mendengarkan masukan, dan memastikan kebutuhan listrik di wilayah itu terpenuhi secara optimal.
Perhatian utama PLN dalam kunjungan ini tertuju pada RSUD Boltim yang sedang dalam proses pembangunan. Sebagai fasilitas pelayanan publik, rumah sakit membutuhkan pasokan listrik yang tidak boleh putus. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan keandalan listrik bagi fasilitas publik dan proyek strategis daerah adalah prioritas utama PLN di seluruh wilayah kerjanya.
"Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh insan PLN untuk terus memperkuat fondasi pelayanan dan menghadirkan kepuasan maksimal bagi pelanggan," ujar Usman.
PLN juga menyatakan siap mendukung penuh pembangunan infrastruktur daerah di Boltim, khususnya fasilitas pelayanan publik seperti RSUD. Menurut Usman, pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan menjadi komitmen perusahaan untuk mendorong kualitas hidup masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tahun menjadi momen bagi PLN untuk mendekatkan diri ke pengguna jasa. Lewat dialog interaktif bersama pemangku kepentingan, PLN ingin memastikan layanan mereka benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, bukan hanya di atas kertas.
Kunjungan ke Boltim menunjukkan pendekatan itu diterapkan di level unit pelaksana. UP3 Kotamobagu, yang membawahi wilayah pelayanan di sekitar Bolaang Mongondow dan sekitarnya, memilih menyambangi langsung kantor pemerintah daerah, rumah sakit, dan proyek konstruksi ketimbang menunggu keluhan masuk.
Bagi warga Boltim, kehadiran listrik yang stabil di RSUD berarti layanan kesehatan yang lebih aman. Operasi, perawatan intensif, dan peralatan medis bergantung pada pasokan daya tanpa gangguan. Pembangunan rumah sakit yang lancar juga mempercepat akses layanan kesehatan yang lebih layak bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Dari sisi pembangunan daerah, dukungan PLN terhadap proyek infrastruktur menjadi sinyal bahwa kesiapan kelistrikan tidak menjadi penghambat. PT Brantas Abipraya sebagai pelaksana konstruksi RSUD Boltim kini punya kepastian bahwa kebutuhan daya proyek akan terpenuhi.
PLN UID Suluttenggo menaungi wilayah kerja Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Menjaga keandalan listrik di tiga provinsi itu bukan pekerjaan ringan, terutama karena banyak daerah terpencil dengan infrastruktur terbatas. Kunjungan seperti ke Boltim menjadi cara PLN memetakan kebutuhan riil di lapangan sekaligus menjaga hubungan dengan pemerintah daerah dan pelanggan besar.
Ke depan, PLN UP3 Kotamobagu diharapkan terus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan di Boltim dan wilayah lain. Pasalnya, kebutuhan listrik untuk fasilitas publik dan proyek strategis daerah akan terus tumbuh seiring pembangunan yang berjalan.