KEPULAUAN RIAU — Tarian tradisional Kepulauan Riau tidak hanya tampil di atas panggung. Seni ini hidup dalam upacara, hiburan rakyat, penyambutan tamu, dan tradisi masyarakat pesisir.
Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau mencatat beragam tari seperti Tari Inai, Zapin, Joget Dangkong, Joget Lambak, Jogi, Serampang Dua Belas, dan Patah Sembilan yang masih dikenal serta dikembangkan seniman daerah. Keragaman itu membuat seni tari Kepri layak dipelajari bukan hanya dari namanya, tetapi juga dari gerakan, musik pengiring, fungsi sosial, dan wilayah tempat tradisi itu tumbuh.
Seni tari Kepri berakar pada tradisi Melayu dan kebudayaan pesisir. Gerakan tangan, langkah kaki, pola lantai, dan iringan musik menyatu sebagai satu kesatuan.
Dinas Kebudayaan Kepri mencatat beberapa gerakan dasar: lenggang, tempo inang, joget, jingket, gerakan yang terinspirasi silat, serta gerak alif dalam Zapin. Gerak alif menjadi salah satu ciri yang dapat ditemukan pada tari Zapin, termasuk Zapin Penyengat.
Unsur yang sering ditemukan dalam tari Melayu Kepri meliputi:
Karakter itu menghasilkan tarian yang tidak selalu cepat dan eksplosif. Banyak tari Melayu justru memikat karena ketepatan ritme, kesantunan gestur, serta hubungan erat antara gerak dan musik.
Zapin merupakan salah satu kesenian Melayu yang mengakar kuat di Kepulauan Riau. Salah satu varian yang dikenal adalah Zapin Penyengat.
Dinas Kebudayaan Kepri memasukkan Zapin dalam daftar seni tari tradisi daerah, sementara SiAPIK Kepri juga mendokumentasikan Zapin dan Zafin Penyengat dalam basis data seni budaya. Zapin memiliki hubungan kuat dengan musik gambus dan marwas.
Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau menjelaskan bahwa gambus selodang pada awalnya dimainkan untuk mengiringi tari Zapin. Pertunjukan dapat diawali bagian solo gambus yang disebut selo sembah, kemudian penari mulai bergerak mengikuti masuknya vokal dan ritme marwas.
Ciri utama Zapin:
Zapin juga memperlihatkan kuatnya hubungan budaya Melayu dengan tradisi Islam.
Joget Dangkong tampil lebih meriah. Kesenian ini berasal dari lingkungan budaya Melayu Kepulauan Riau dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa nama Joget Dangkong berkaitan dengan bunyi alat musik pengiring, yakni gendang yang menghasilkan bunyi "dang" dan gong yang menghasilkan bunyi "gung". Kesenian tersebut memadukan unsur tari, musik, dan nyanyian.
Dinas Kebudayaan Kepri juga mencatat Joget Dangkong atau Joget Tandak sebagai salah satu seni tari tradisi yang masih berkembang. Karakter kesenian ini meliputi:
Tari Jogi menjadi bagian lain dari kekayaan tari Kepulauan Riau. Dinas Kebudayaan Kepri menjelaskan bahwa gerak joget dapat ditemukan dalam Tari Jogi.
Gerakan jingket juga disebut sebagai bagian dari Tari Jogi, dengan karakter kaki sedikit ditekuk, satu kaki berjinjit, dan bahu bergerak ke depan-belakang secara bergantian.
Tari seperti Jogi menunjukkan bahwa istilah "tari Melayu" tidak selalu identik dengan gerakan yang sangat lambat. Ada pula tarian dengan energi lebih ringan dan ritme yang membuat suasana pertunjukan menjadi hidup.
Hal yang menarik dari Tari Jogi:
Tari Inai terikat dengan kehidupan adat masyarakat Melayu. Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau mencatat Tari Inai sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang ditetapkan pada 2017.
Dalam konteks budaya Melayu, istilah inai juga dekat dengan tradisi perkawinan. Karena itu, tari yang menggunakan nama Inai memiliki daya tarik khusus ketika dipelajari dalam kaitannya dengan adat dan ritual.
Fungsi budaya Tari Inai:
Pengembangan pertunjukan modern sebaiknya tetap memberikan keterangan mengenai asal-usul dan konteksnya agar tari tidak kehilangan makna.
Dalam adat perkawinan Melayu Kepri, tahapannya dapat dimulai dari menjodoh, merisik, memberitahu, meminang, berjanji waktu, dan mengantar belanja. Susunan dapat berbeda berdasarkan daerah dan keluarga.
Sementara itu, tepuk tepung tawar menjadi simbol doa, restu, keselamatan, dan harapan baik. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2018.
Bersanding merupakan salah satu bagian yang paling dikenal masyarakat luas. Pengantin duduk berdampingan dengan pakaian adat lengkap dan menjadi pusat perhatian keluarga serta tamu.
Nilai sosial yang terlihat dalam prosesi:
Dengan demikian, pelaminan bukan hanya tempat berfoto. Ia menjadi simbol bahwa dua orang telah memasuki jaringan keluarga yang lebih luas.
Gerak tempo inang menjadi salah satu unsur gerak yang dikenal dalam tradisi tari Kepri. Dinas Kebudayaan menjelaskan bahwa tempo inang memiliki kecepatan sedikit lebih tinggi dibandingkan lenggang dan terdapat antara lain dalam Tari Melemang dan Tari Merawai.
Hal ini menunjukkan bahwa satu jenis gerakan dapat muncul dalam beberapa karya tari. Gerakan tradisional berkembang melalui proses pewarisan dan adaptasi, bukan sebagai bentuk yang selalu beku.
Yang perlu diperhatikan saat mempelajari Tari Melemang:
Salah satu ciri menarik tari tradisional Kepri adalah masuknya unsur gerak silat. Dinas Kebudayaan Kepri mencatat gerakan tari yang terinspirasi dari silat dilakukan terutama oleh penari laki-laki, antara lain dalam Tari Cecah Inai dan Mak Inang Pulau Kampai.
Unsur tersebut membuat gerak tari memiliki karakter yang lebih tegas. Perpaduan silat dan tari terlihat melalui:
Perpaduan tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional berkembang melalui pertemuan berbagai bentuk ekspresi budaya.
Tari tidak dapat dipisahkan dari musiknya. Dinas Kebudayaan Kepri mencatat berbagai alat musik Melayu seperti tambur, biola, gong, rebab, marwas, gendang, rebana, kompang, gambus, dan seruling. Tradisi musik Melayu juga mencakup gazal dan dondang sayang.
Dalam Zapin, hubungan musik dan tari bahkan sangat erat. Gambus selodang dimainkan bersama marwas, sementara lagu-lagu tradisional dapat menggunakan bentuk pantun.
Komponen musik yang perlu diperhatikan:
Inilah alasan pertunjukan tari Melayu terasa berbeda ketika menggunakan rekaman musik modern tanpa memahami struktur musik tradisionalnya.
Bagi pencari pengalaman budaya, Tanjungpinang dan Pulau Penyengat menjadi kawasan yang relevan untuk memahami warisan Melayu Kepulauan Riau. Selain itu, berbagai kabupaten seperti Bintan, Lingga, Natuna, dan Karimun memiliki tradisi seni yang berbeda.
Dinas Kebudayaan Kepri mencatat bahwa Mak Yong masih hidup di sejumlah daerah seperti Mantang Arang, Bintan, Pulau Panjang, Batam, dan Tanjungpinang. Mendu berkembang di Natuna, sedangkan wayang bangsawan berkaitan dengan Kabupaten Lingga.
Pilihan berdasarkan kebutuhan:
Jadwal pertunjukan tidak selalu berlangsung setiap hari. Informasi festival, agenda sanggar, dan kegiatan pemerintah daerah sebaiknya diperiksa sebelum merencanakan kunjungan.
Belajar tari tradisional sebaiknya tidak hanya meniru gerakan dari video. Konteks budaya menjadi bagian dari keterampilan itu sendiri.
Tahapan latihan yang dapat diterapkan:
Pendekatan seperti ini membantu mencegah tari tradisional berubah menjadi sekadar koreografi tanpa identitas.
Tradisi tidak berarti harus menolak perubahan. Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau menyebut bahwa tari tradisi telah banyak dikembangkan oleh seniman lokal menjadi tari kreasi baru. Tantangannya adalah memastikan inovasi tidak menghapus identitas.
Bentuk pelestarian yang dapat dilakukan:
Pemerintah Kepri juga mencatat berbagai upaya pelestarian melalui regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia kebudayaan, kajian, dan pencatatan Warisan Budaya Takbenda.
Apa saja tari tradisional dari Kepulauan Riau?
Beberapa di antaranya adalah Zapin, Tari Inai, Joget Dangkong, Joget Lambak, Tari Jogi, Melemang, Merawai, Serampang Dua Belas, dan Patah Sembilan.
Apa tari yang berkaitan dengan musik gambus dan marwas?
Zapin memiliki hubungan erat dengan gambus dan marwas. Musik gambus dapat membuka pertunjukan sebelum penari memasuki bagian tari.
Apakah Joget Dangkong termasuk Warisan Budaya Takbenda?
Ya. Joget Dangkong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015 dengan nomor SK 186/M/2015.
Apakah Tari Inai sudah ditetapkan sebagai WBTB?
Ya. Dinas Kebudayaan Kepri mencatat Tari Inai sebagai WBTB Indonesia yang ditetapkan pada 2017.
Di mana dapat belajar tari tradisional Kepri?
Sanggar seni, komunitas budaya, kegiatan pemerintah daerah, sekolah seni, serta agenda festival kebudayaan menjadi pilihan. Untuk lokasi dan jadwal spesifik, informasi dari Dinas Kebudayaan daerah dan sanggar setempat perlu diperiksa karena jadwal pertunjukan dapat berubah.
Dari langkah Zapin yang mengikuti denting gambus hingga hentakan Joget Dangkong yang meriah, setiap gerak membawa cerita tentang masyarakat kepulauan.
Karena itu, tarian tradisional Kepulauan Riau bukan hanya warisan untuk ditonton, melainkan jejak kehidupan yang terus bergerak bersama generasi baru.