OpenAI Akuisisi Glass Imaging Senilai Rp 4,95 Triliun

Penulis: Maruli Sinaga  •  Selasa, 15 September 2026 | 16:48:31 WIB
OpenAI mengakuisisi Glass Imaging, perusahaan teknologi kamera smartphone berbasis AI, senilai Rp 4,95 triliun.

KEPULAUAN RIAU — OpenAI mengakuisisi Glass Imaging, perusahaan pengembang teknologi kamera smartphone berbasis kecerdasan buatan. Nilai transaksi dilaporkan menembus USD 300 juta (setara Rp 4,95 triliun), berdasarkan laporan The Wall Street Journal.

Glass Imaging berbasis di Los Altos, California, dan berdiri sejak 2019. Sebelum diakuisisi, perusahaan ini telah mengumpulkan pendanaan sekitar USD 30 juta (setara Rp 495 miliar) dari sejumlah investor.

Siapa di Balik Glass Imaging

Glass Imaging didirikan oleh Ziv Attar dan Tom Bishop, dua mantan insinyur Apple. Keduanya sebelumnya memimpin tim yang mengembangkan fitur Portrait Mode di perangkat Apple.

Latar belakang itu langsung membentuk arah kerja mereka di Glass Imaging. Perusahaan ini memakai AI untuk mengatasi keterbatasan fisik kamera smartphone yang berukuran kecil.

Pendekatan Teknologi yang Ditawarkan

Glass Imaging tidak memakai AI untuk mengedit foto setelah gambar diambil. Perusahaan ini menggunakan neural network untuk mempelajari karakteristik tiap sistem kamera, termasuk kamera berbeda di berbagai model smartphone.

Hasilnya, kualitas gambar bisa ditingkatkan sejak momen tombol shutter ditekan. Pendekatan ini berbeda dari metode pemrosesan pasca-pengambilan yang umum dipakai produsen ponsel.

Mengapa OpenAI Membelinya

OpenAI belum memberikan komentar resmi atas laporan akuisisi ini. Namun, langkah tersebut sejalan dengan rumor bahwa pembuat ChatGPT tengah menggarap perangkat keras sendiri.

Perangkat yang disebut-sebut sedang dikembangkan mencakup smartphone, earbuds, hingga perangkat pendamping berbasis AI. Akuisisi Glass Imaging bisa jadi fondasi teknologi kamera untuk lini produk tersebut.

Jejak Akuisisi OpenAI Sebelumnya

Pada 2025, CEO OpenAI Sam Altman dan desainer Apple Jony Ive mengungkap kerja sama mereka di sebuah startup perangkat bernama io. OpenAI mengakuisisi perusahaan Ive tersebut dengan nilai USD 6,5 miliar (setara Rp 107,25 triliun).

Akuisisi Glass Imaging menambah deretan langkah OpenAI memperluas basis teknologi di luar perangkat lunak. Fokus pada teknologi kamera berbasis AI menunjukkan perusahaan serius masuk ke ranah hardware konsumen.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top