BATAM — Perkembangan smartwatch dalam beberapa tahun terakhir mengubah cara pengguna berinteraksi dengan teknologi. Kini, jam tangan pintar bukan sekadar perpanjangan ponsel, melainkan asisten kesehatan pribadi yang memantau kondisi tubuh secara real-time. Bagi masyarakat Kepulauan Riau yang kerap beraktivitas di laut atau kawasan tanpa jaringan, fitur keselamatan seperti komunikasi satelit menjadi nilai jual utama.
Gizmochina menyoroti lima model paling menonjol pada 2026. Kelimanya menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari integrasi ekosistem hingga ketahanan untuk kegiatan luar ruangan.
Apple Watch Series 11: Deteksi Tekanan Darah Tinggi untuk Pengguna iPhone
Bagi pengguna iPhone di Batam dan Tanjungpinang, Apple Watch Series 11 adalah pilihan paling masuk akal berkat integrasi mulus dengan ekosistem. Fitur unggulannya adalah sistem pemberitahuan tanda-tanda tekanan darah tinggi yang menganalisis respons pembuluh darah selama 30 hari menggunakan sensor optik.
Apple mengembangkan fitur ini menggunakan data lebih dari 100.000 peserta dan mengujinya melalui penelitian klinis terhadap sekitar 2.000 orang. Perusahaan menegaskan fitur ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini, bukan pengganti alat medis.
Seri ini juga menghadirkan sistem penilaian tidur yang memperhitungkan durasi, tahapan, serta konsistensi waktu tidur. Dari sisi konektivitas, Series 11 mendukung jaringan 5G dan diklaim mampu bertahan hingga 24 jam dalam penggunaan normal. Harga di Amerika Serikat mulai US$399 atau sekitar Rp6,6 juta.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Bodi Titanium untuk Medan Berat
Samsung menyasar pengguna yang membutuhkan ketahanan ekstra dengan Galaxy Watch Ultra 2. Bodi titanium dan layar Super AMOLED berkecerahan hingga 5.000 nit membuatnya nyaman digunakan di bawah terik matahari saat aktivitas luar ruangan di Kepri.
Perangkat ini 12 persen lebih tipis dari pendahulunya dan ditenagai cip Snapdragon Wear Elite berbasis teknologi 3 nanometer. Kapasitas baterainya meningkat 35 persen menjadi 800 mAh, cukup menemani perjalanan panjang. Fitur Lari Lintasan yang mencatat perubahan ketinggian menjadi andalan bagi pengguna yang gemar olahraga di medan bervariasi.
Sistem sensor BioActive pada jam ini juga mencakup pendeteksian gangguan pernapasan saat tidur yang telah mendapat izin FDA. Galaxy Watch Ultra 2 dibanderol mulai US$699 atau sekitar Rp11,5 juta untuk versi LTE.
Google Pixel Watch 5: AI Gemini dan Panggilan Darurat Otomatis
Pixel Watch 5 membawa kemampuan AI Gemini yang terintegrasi langsung ke dalam perangkat. Fitur paling menonjol adalah pendeteksian kondisi darurat terkait gangguan pernapasan yang akan diluncurkan pertama kali di Eropa.
Sistem ini memantau penurunan kadar oksigen dalam darah secara drastis. Jika pengguna tidak memberikan respons, jam tangan secara otomatis menghubungi layanan darurat—sebuah fitur yang relevan bagi mereka yang tinggal sendiri atau beraktivitas di lokasi terpencil.
Google juga meningkatkan daya tahan baterai pada kedua ukuran yang tersedia. Model 41 milimeter mampu bertahan hingga 30 jam dengan layar selalu aktif, sementara model 45 milimeter hingga 40 jam. Harga mulai US$399 atau sekitar Rp6,6 juta untuk varian Wi-Fi.
Pilihan untuk Aktivitas Laut dan Komunikasi Satelit
Konektivitas satelit menjadi tren tersendiri pada 2026, terutama bagi mereka yang sering berada di area tanpa jaringan seluler. Perangkat Garmin dinilai lebih unggul dalam aspek ini karena dirancang khusus untuk aktivitas luar ruangan dan ekspedisi.
Bagi nelayan atau pekerja migrasi yang kerap melintasi perairan Kepulauan Riau, fitur komunikasi darurat via satelit bisa menjadi penentu keselamatan. Sementara itu, pilihan merek lain seperti Apple dan Samsung tetap relevan bagi pengguna yang lebih fokus pada pemantauan kesehatan harian.
Sebelum membeli, calon pengguna disarankan menyesuaikan fitur dengan kebutuhan utama, apakah untuk olahraga, pemantauan medis, atau sekadar gaya hidup. Harga yang bervariasi antara Rp6 jutaan hingga Rp14 jutaan juga perlu disesuaikan dengan anggaran masing-masing.