Ekonomi Kepri Tumbuh 7,02 Persen di Triwulan II 2026, Investasi Data Center Batam Jadi Penopang

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:23:31 WIB

Ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 7,02 persen secara kumulatif pada triwulan II 2026, ditopang lonjakan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang naik 24,08 persen secara tahunan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri mencatat pertumbuhan itu menjadi yang tertinggi di Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional, jauh di atas pertumbuhan ekonomi Sumatera yang sebesar 5,06 persen.

BATAM — Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto menyebut lonjakan investasi sebagai perkembangan penting dalam perekonomian daerah. Peningkatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 24,08 persen secara tahunan itu menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri juga melesat, dari 3,02 persen pada triwulan I 2026 menjadi 10,02 persen pada triwulan II 2026. "Andil PMTB yang naik dari triwulan I ke triwulan II luar biasa tinggi. Lalu, juga PMTB yang naik 24 persen melonjak tinggi sekali," kata Rony saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Data Center di KEK Nongsa Jadi Motor Investasi

Peningkatan investasi tersebut antara lain ditopang pembangunan industri digital, khususnya data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Batam. Menurut BI Kepri, pertumbuhan investasi data center di Batam akan terus berlanjut karena posisi geografisnya yang dekat dengan Singapura, serta didukung konektivitas kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable.

Sebagai contoh, DayOne memiliki kampus data center berkapasitas 72 megawatt (MW) di Nongsa Digital Park (NDP). Perusahaan juga menyiapkan ekspansi dengan pendanaan sebesar 412 juta dolar AS serta proyek di Kabil dengan kapasitas mencapai 450 MW.

"Alhamdulillah, Kepri ditopang oleh pertumbuhan investasi yang naik, salah satunya didorong investasi data center di Batam. Ini akan membuat efek multiplier saat industri mulai berjalan dan produksi terutama untuk bidang manufaktur di Kepri," ujar Rony.

Batam Sumbang 67 Persen Ekonomi Kepri

Rony menyebut Batam memiliki peran besar terhadap perekonomian Kepri. Kontribusi Batam mencapai sekitar 67 persen terhadap perekonomian provinsi, sehingga perkembangan investasi di kota tersebut turut mempengaruhi kinerja ekonomi Kepri.

"Batam itu sudah 67 persen secara keseluruhan, mampu tumbuh tinggi dengan investasi data center, akan lebih tinggi lagi ke depan. Ini merupakan tantangan untuk meningkatkan produktivitas di daerah lain," ujarnya.

Efek Berantai ke Listrik, Air, dan Ekosistem Digital

Investasi pusat data juga membuka kebutuhan terhadap utilitas strategis seperti listrik, air, dan konektivitas. Menurut BI Kepri, kebutuhan itu sekaligus membuka ruang pengembangan ekosistem digital bernilai tambah di Kepri.

Capaian pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 5,06 persen secara tahunan. Posisi Kepri sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional menjadi modal untuk mendorong produktivitas daerah lain di provinsi tersebut.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top