BATAM — Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol Imam Riyadi menyatakan SMKN 2 Batam dipilih karena dinilai siap dari sisi fasilitas, akses, dan kesiapan pengelolaan. Sekolah itu memiliki fasilitas hotel dan kuliner yang menunjang pelatihan waiters. Seremonial pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Suhono dan Kepala SMKN 2 Batam Rafio.
Imam menyebut langkah ini sebagai terobosan baru dalam tata kelola pelatihan calon pekerja migran. Menurutnya, sekolah menengah kejuruan bisa diberdayakan untuk menyelenggarakan pelatihan dengan standar yang dibutuhkan pasar kerja luar negeri.
"Ini jadi sebuah terobosan, dimana SMK bisa kita berdayakan untuk membuat pelatihan. Kami juga melihat bagaimana kesiapan, fasilitasnya, bagaimana aksesnya. Ketika kami melihat kesiapan yang meyakinkan, sehingga kita menyiapkan SMK 2 ini untuk menjadi salah satu pelaksana program SMK go Global," jelas Imam.
Sebelum SMKN 2 Batam, program serupa lebih dulu dibuka di Batam Tourism Politeknik Tiban. Dua kelas dibuka di sana dengan total 40 peserta yang mayoritas merupakan warga Kepulauan Riau.
Peserta pelatihan tidak dipungut biaya. Selain sertifikat gratis, mereka menerima makan siang, sore, dan malam, serta uang pembinaan selama mengikuti kegiatan.
"Pelatihan ini tidak dilatih lalu selesai. Tidak! Ketika selesai, kita kasih sertifikat gratis, lalu ditempatkan di luar negeri. Dan sistem pelatihan ini gratis semua. Mereka dapat makan siang, sore, malam. Mereka juga dapat uang saku. Mereka akan ditempatkan di negara Turki. Negara tujuan, ketika nanti ada job order. Jadi kita tunggu nanti apakah dari Timur tengah ada, kita berikan. Begitupula dengan negara Eropa. Ini program yang sangat tepat sasaran. Sehingga harapan kami bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat Kepri," ucap Imam.
Pendaftaran dan seleksi diumumkan melalui media sosial resmi P2MI. Sasaran peserta tidak terbatas pada siswa SMKN 2 Batam, tetapi juga kalangan umum, lulusan SLTA sederajat, dan perguruan tinggi dengan batas usia produktif maksimal 35 tahun.
Imam menyatakan target awal sebanyak 100 peserta telah tercapai lebih cepat dari jadwal. Pihaknya akan mengajukan anggaran baru untuk melampaui target tersebut. Secara umum, sudah ada sekitar 500 orang yang mendaftar ke P2MI.
"Kenapa kita bisa cepat laksanakan? karena kita selama ini tata kelola PMI ini bisa kita perjuangkan oleh semua Kementerian dan Lembaga sudah kita siapkan. Sehingga ada program baru, kami di bawah sudah siap. Target kami 100, tapi bulan depan ini sudah terpenuhi. Dan kami akan mencoba mengajukan anggaran lagi untuk bisa melampaui target. Secara umum kami juga sudah punya suplai, kurang lebih 500 an yang sudah mendaftar ke kami," jelasnya.
Selain bahasa Inggris dan waiters, P2MI berupaya membuka pelatihan bidang welder serta perkebunan dan pertanian. Kedua bidang itu dinilai dibutuhkan di pasar kerja luar negeri.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah minimnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kepri yang khusus menangani bidang tersebut. "Kita juga menginginkan agar ada juga di bidang welder. Lalu juga bidang perkebunan dan pertanian. Kendalanya di sini belum ada LPK yang menangani perkebunan atau pertanian," katanya.
Kepala SMKN 2 Batam Rafio menyatakan pihaknya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Sekolah hanya menyediakan tempat dan sejumlah fasilitas penunjang, sementara komponen pelatihan lainnya disiapkan P2MI.
"Alhamdulilah, SMK Negeri 2 dipercaya oleh P3MI untuk melaksanakan kegiatan di sekolah kita. Salah satunya adalah pelatihan Bahasa Inggris dan Waiters. Kebetulan di sekolah kita ada fasilitas hotel, kita juga punya kuliner. Ini adalah bagian dari pengembangan PUD. ini baru perdana. Hari ini sudah dibuka secara resmi oleh Pak Dirgen dari Kementerian P3MI Jakarta. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Pimpinan P3MI, Bapak Kombes Imam atas kepercayaan ini," ucap Rafio.
Program SMK go Global dijadwalkan berjalan jangka panjang hingga 2029. Output akhir pelatihan adalah penempatan peserta ke negara tujuan begitu job order tersedia.