NATUNA — Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menekankan bahwa Natuna sebagai wilayah kepulauan terluar memiliki jarak relatif jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota negara. Kondisi geografis itu membuat penanganan gangguan keamanan tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan warga diminta bergotong royong menjaga ketertiban.
Pesan tersebut disampaikan Asep setelah kegiatan Indonesia Asri di Pantai Piwang, Ranai. Kegiatan itu turut melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat Kabupaten Natuna.
Asep merujuk laporan Kapolres Natuna yang menyebut situasi kamtibmas di Natuna saat ini masih terkendali. Sejumlah tindak kriminalitas memang terjadi, tetapi jajaran kepolisian bersama pemangku kepentingan terkait masih mampu melakukan penanganan.
"Situasi kamtibmas Natuna sangat produktif. Bukan berarti tidak ada kriminalitas, ada kriminalitas, namun masih dalam kondisi terkendali. Tidak ada yang menonjol," ujar Asep.
Ia menyebut sejumlah perkara, baik kejahatan konvensional maupun bentuk gangguan lainnya, dapat diselesaikan melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan yang ada. Karena itu, Asep meminta masyarakat terus menjaga kekompakan dan kebersamaan.
"Saya berharap dan mohon dukungannya dari seluruh masyarakat pulau terluar. Jarak tempuhnya cukup jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota negara. Oleh karena itu, jaga betul keamanan, jaga betul kekompakannya, jaga betul kebersamaannya," katanya.
Asep juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan bersama, terutama di tengah musim kemarau. Ia meminta masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran tidak meluas seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain di Sumatera dan Kalimantan.
"Bulan-bulan ini kita tahu ada satu kerawanan di musim kemarau ini, yaitu kebakaran hutan dan lahan. Itu harus bahu-membahu, masyarakat, pemerintah, TNI, kami dari Polri," ujarnya.
Berdasarkan laporan Kapolres Natuna yang diterimanya, terdapat beberapa titik api di wilayah Natuna. Titik-titik tersebut dapat ditangani melalui kerja sama pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Asep juga menyampaikan terdapat satu kasus dugaan pembakaran yang telah ditangani.
Asep mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
"Di sini betul-betul saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga di saat kita kemarau ini, tidak sampai terjadi kebakaran lahan maupun hutan, apalagi sampai disengaja. Karena apabila disengaja maka ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi," tegasnya.
Penanganan gangguan keamanan maupun potensi bencana, kata Asep, akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. Ia meminta semangat gotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan aparat terus dipertahankan.
"Kita harus sama-sama bergotong royong, pemerintah maupun masyarakat," katanya.
Asep berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga Natuna tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif serta mampu berkembang sebagai kabupaten yang maju.
"Mari kita sama-sama menjadikan Natuna ini menjadi satu kabupaten yang luar biasa, yang hebat, yang siap menjadi kabupaten yang maju nantinya," pungkasnya.