Dago Dreampark Lembang: 30 Wahana di Hutan Pinus, Tiket Mulai Rp 30.000

Penulis: Maruli Sinaga  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 16:37:01 WIB
Pengunjung menikmati wahana di kawasan hutan pinus Dago Dreampark, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

KEPULAUAN RIAU — Dago Dreampark di Jalan Dago Giri, Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menawarkan lebih dari 30 wahana outdoor di tengah hutan pinus seluas 12 hektar. Tiket masuk reguler dibanderol Rp 30.000 pada hari kerja dan Rp 35.000–Rp 40.000 saat akhir pekan atau libur nasional. Lokasinya berjarak sekitar 9,9 km dari pusat Kota Bandung, atau sekitar 36 menit berkendara.

Kawasan wisata bertema "Fun in the Nature" ini berdiri di lahan berbukit seluas kurang lebih 12 hektar. Anak berusia 2 tahun ke atas sudah wajib memiliki tiket masuk. Selain tiket reguler, pengelola menyediakan tiket per wahana dengan tarif Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per permainan.

Daya Tarik Utama: Wahana Foto dan Uji Adrenalin

Dago Dreampark menyasar dua segmen sekaligus: pemburu foto dan pencari tantangan. Untuk fotografi, ada Aladdin Carpet atau permadani terbang dengan kapasitas beban hingga 120 kg, Sky Bike, Sky Tree, Up House yang berbentuk rumah balon ala film animasi, Sultan Barn atau rumah Sultan terbalik, serta Anti Gravity berupa rumah joglo terbalik.

Pencari adrenalin bisa mencoba Sky Gliding sepanjang 200 meter, ayunan perahu Pirate's Ship atau Kora-kora, Monster Trail, Monster ATV di jalur offroad ekstrem, Wall Climbing, dan Rumah Hantu.

Aktivitas Ramah Anak dan Kebun Binatang Mini

Keluarga yang membawa anak kecil bisa memanfaatkan area Pine Tree untuk bermain dan bersepeda, arena Geared Up, perahu dayung, serta gowes di danau Row A Boat. Tersedia juga Zoomanji, kebun binatang mini yang mengoleksi kelinci, domba, burung hantu, dan reptil.

Pilihan Kuliner di Dalam Kawasan

Beberapa tempat makan berkonsep unik tersebar di area wisata. Warung Dayang Sumbi menyajikan hidangan Nusantara bertema pendopo, termasuk nasi tutug oncom dan nasi bakar. Restoran De Java menawarkan masakan Jawa seperti nasi gudeg dan iga bakar.

Perahu Food Store menghadirkan pengalaman bersantap di atas struktur berbentuk perahu, dengan menu lokal maupun internasional. Sementara Matsunoki Suki and Barbeque menyajikan suki dan barbeque di dalam tenda transparan di tengah hutan pinus.

Paket Tiket dan Jam Operasional

Untuk liburan yang lebih praktis, pengelola menyediakan paket terusan ALL IN Experience seharga Rp 130.000 pada hari kerja dan Rp 135.000 saat weekend. Paket ini mencakup tiket masuk plus akses ke 21 wahana pilihan. Ada pula promo bundling sekitar Rp 108.000 untuk mengakses hingga 23 wahana sekaligus.

Jam operasional kawasan ini adalah pukul 09.00–17.00 WIB pada hari kerja, dan pukul 08.00–18.00 WIB pada akhir pekan atau hari libur.

Cara Menuju Lokasi

Dari pusat Kota Bandung, rute menuju Dago Dreampark melewati Jalan Ir. H. Djuanda (Dago Atas), lalu berbelok ke arah Dago Giri. Jalur Dago Giri tergolong sempit, menanjak, dan berpotensi macet saat akhir pekan.

Pengelola menyediakan bus shuttle Wara-Wiri seharga Rp 10.000 untuk tiga kali jalan, memudahkan mobilisasi dari area parkir ke berbagai zona wahana.

Akomodasi dan Tips Berkunjung

Wisatawan luar kota bisa menginap di fasilitas camping atau glamping internal dengan paket Bronze Pack Rp 500.000, Silver Pack Rp 600.000, dan Gold Pack Rp 700.000. Ketiganya sudah termasuk tiket, sarapan, makan malam, dan kelengkapan tidur.

Alternatif penginapan terdekat meliputi Villa Variz (0,26 km), Villatel Salse Hotel (0,35 km), Iris Home (0,8 km), Scarlet Bukit Pakar Hotel, dan hotel kapsul Bobobox Dago. Karena medan berbukit dan luas, datanglah lebih pagi sekitar pukul 08.00–09.00 WIB dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Dengan puluhan wahana, area bermain anak, dan pilihan kuliner yang beragam, Dago Dreampark cocok untuk kunjungan keluarga maupun rombongan sahabat. Alokasikan waktu setidaknya setengah hari untuk mencoba beberapa wahana sekaligus menikmati suasana hutan pinus. Informasi tarif dan jam buka terkini dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola atau dinas pariwisata setempat.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top