BATAM — Pemulihan sistem kelistrikan di Kota Batam berlangsung bertahap sepanjang Senin (12/10/2026) malam. Sebagian warga baru merasakan listrik kembali menyala sekitar pukul 18.00 WIB, sementara kawasan lain seperti Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, baru mendapat pasokan listrik sekitar pukul 23.00 WIB.
Keluhan utama warga bukan lagi soal lampu yang mati, melainkan air bersih yang belum mengalir. Abidin, warga Batu Aji, menyebut listrik di wilayahnya sudah menyala pada pukul 18.00 WIB, tetapi keran di rumahnya masih kering.
"Di Batu Aji jam 6 lampu sudah nyala, air masih mati," kata Abidin.
Hal serupa disampaikan Ilham, warga Tiban. Listrik di kawasan tempat tinggalnya juga mulai menyala sekitar pukul 18.00 WIB, namun air bersih tak kunjung mengalir hingga malam.
Ilham berharap pemadaman tidak terulang. Menurutnya, kondisi tanpa listrik dan air menyulitkan keluarga yang memiliki anak kecil.
"Mudah-mudahan tidak mati lagi, kasihan anak-anak," ujarnya.
Afna, warga Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, mengaku listrik di kawasan rumahnya baru menyala sekitar pukul 23.00 WIB. Ia menyebut anak-anak sulit tidur karena listrik dan air sama-sama mati.
"Alhamdulillah udah listriknya udah nyala tadi jam 23.00 WIB. Gara-gara mati lampu anak-anak rewel nggak mau tidur, air juga nggak hidup," ujarnya.
Afna meminta PLN Batam memberikan penjelasan resmi soal penyebab pemadaman yang nyaris menyeluruh di Batam.
"Ini harus ada penjelasan resmi dari PLN soal mati listrik. Jangn uang listrik aja cepat tapi ada kejadian begini membisu," ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Rudi Antono, menyatakan hingga pukul 17.58 WIB sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dipulihkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke sebagian wilayah.
"Wilayah tersebut meliputi Batu Aji, Sagulung, Tiban, Batam Center, Baloi, Batu Ampar, Nagoya, dan Punggur," kata Rudi dalam keterangannya.
PLN Batam memberikan perhatian khusus terhadap pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik. Fasilitas yang diprioritaskan antara lain bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya.
Rudi menjelaskan tim teknis terus berupaya mempercepat penormalan sistem kelistrikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan pasokan.
"PLN Batam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," ujarnya.
Hingga malam, belum ada keterangan resmi soal kapan pasokan air bersih kembali normal di wilayah terdampak. Warga di Batu Aji, Tiban, dan Kabil menyebut gangguan air terjadi bersamaan dengan pemadaman listrik yang berlangsung hampir 16 jam.
PLN Batam memastikan pemulihan dilakukan secara bertahap dan berlanjut hingga seluruh sistem kelistrikan kembali normal. Warga berharap penjelasan resmi soal penyebab pemadaman segera disampaikan, sekaligus kepastian kapan air bersih mengalir kembali.