Pencarian

Warga Sagulung Keluhkan Tagihan Air Rp 500 Ribu hingga Rp 1 Juta Saat Aliran Mati, BP Batam Minta ABH Evaluasi

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Warga Sagulung Keluhkan Tagihan Air Rp 500 Ribu hingga Rp 1 Juta Saat Aliran Mati, BP Batam Minta ABH Evaluasi
Warga Sagulung menunjukan tagihan air yang dinilai tidak wajar saat pasokan air perpipaan mengalami gangguan.

SAGULUNG — Perwakilan warga Sagulung Berseri mengaku aliran air perpipaan hanya mengalir sekitar lima jam setelah tengah malam. Dalam sebulan terakhir, pasokan air ke rumah mereka bahkan kerap mati total.

Kondisi itu tidak membuat tagihan ikut turun. Warga menyebut ada tagihan yang menembus Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan meski air tidak mengalir.

"Bahkan ada kadang sampai di atas Rp 500 ribu, bahkan biaya sebulan itu kemarin saya lihat bahkan ada yang sampai sejuta. Setiap bulan. Ini mati air lho," kata warga tersebut.

Water Meter Dinilai Belum Bisa Bedakan Air dan Angin

Idul Priady mengatakan persoalan itu menjadi perhatian BP Batam. Menurutnya, water meter yang dipakai saat ini belum sepenuhnya mampu membedakan aliran air dengan angin.

"Karena saat ini kita belum menemukan meter air yang secara sensitif itu hanya membaca air," ujar Idul.

Ia menduga angin ikut terbaca meteran ketika pelanggan membuka keran untuk menunggu air mengalir, sementara pasokan belum masuk ke rumah.

"Jadi kalau ada angin, kalau bapak misalnya mungkin, saya yakin banyak beberapa tempat karena tunggu airnya malam, ketiduran, dibuka. Tapi airnya nggak keluar, anginnya saja yang keluar. Itulah yang menyebabkan kemudian tagihan menjadi membengkak," jelas Idul.

Warga Diminta Adukan Nomor Pelanggan ke ABH

Idul menyarankan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan tidak wajar menyampaikan pengaduan kepada PT Air Batam Hilir (ABH), mitra BP Batam dalam operasional dan pemeliharaan SPAM Batam.

"Bapak punya hak sebenarnya untuk menyampaikan komplain ke ABH. Komplain itu nanti akan dilihat mereka, kemungkinannya seperti apa dan itu dimungkinkan," katanya.

Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani, meminta warga menyampaikan data pelanggan untuk diverifikasi. Verifikasi mencakup nomor pelanggan dan bulan tagihan yang dipersoalkan.

"Terkait dengan tagihan tinggi yang tadi disampaikan, air tidak mengalir tapi tagihan sampai dengan Rp 500 ribu. Jadi mohon nanti disampaikan ke kami di sini nomor pelanggannya, pada bulan apa tagihan tersebut, nanti kami akan pengecekan ke lapangan untuk memastikan apakah memang ada tagihan yang tidak semestinya. Nanti kita bisa selesaikan," ujar Jefri.

Evaluasi Khusus untuk Wilayah Gangguan Pasokan

Usai pertemuan, Idul menegaskan BP Batam meminta PT ABH mengevaluasi persoalan tersebut. Evaluasi dinilai perlu diprioritaskan pada pelanggan di wilayah yang sudah diketahui mengalami gangguan pasokan air.

"Kalau memang itu daerah yang sudah jelas daerah yang memang secara sistem sudah dilihat nggak ada air, harusnya itu bisa kemudian dievaluasi oleh teman-teman ABH," katanya.

Ia menyebut evaluasi itu bagian dari pengawasan BP Batam terhadap pengelolaan SPAM. Hasil evaluasi akan disampaikan ke PT ABH, termasuk menindaklanjuti keluhan lonjakan rekening air warga.

"Ini bentuk pengawasan kami, bentuk evaluasi yang kita akan sampaikan ke teman-teman ABH untuk dilakukan evaluasi, termasuk keluhan terkait dengan melonjaknya rekening air masyarakat," tambahnya.

Selain soal tagihan, warga Sagulung Berseri juga menunggu kepastian normalisasi pasokan air perpipaan di wilayah mereka.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: batamnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks