BATAM — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan normalisasi air tidak bisa disamakan dengan pemulihan listrik. Meski pasokan dari PLN sudah kembali digunakan untuk mengoperasikan instalasi, aliran ke masyarakat tetap butuh waktu.
"Belum sepenuhnya pulih karena normalisasi air berbeda dengan listrik. Membutuhkan waktu 6-9 jam untuk mengalir ke masyarakat. Namun, saya terinformasi ada daerah yang sudah mengalir, ada yang belum. Sedang didata," kata Ariastuty saat dihubungi di Batam, Selasa.
BP Batam akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau informasi terbaru. Gangguan pelayanan masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah meski instalasi sudah menyala kembali.
Dua Titik Gangguan Listrik yang Picu Air Terhenti
Informasi dari Air Batam Hilir (ABH) menyebut gangguan aliran listrik PLN di IPAM Duriangkang 5 terjadi Selasa sekitar pukul 09.30 WIB hingga lewat pukul 11.00 WIB. Akibatnya aliran air mengecil atau terhenti di sejumlah kawasan.
Wilayah terdampak meliputi KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya.
Gangguan listrik di tangki Ozon, Seraya, juga berdampak pada distribusi air ke kawasan Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.
Enam IPAM Sudah Operasional Kembali
Sejumlah IPAM dilaporkan sudah beroperasi kembali, yakni IPAM Sei Ladi, Harapan, Muka Kuning, Nongsa, Tembesi, dan Piayu. Pemulihan operasional instalasi menjadi syarat awal sebelum air bisa dialirkan ke rumah pelanggan.
Sebelumnya, Senin (12/10), Ariastuty menjelaskan gangguan listrik menyebabkan operasional di delapan instalasi pengolahan air terganggu. Produksi dan distribusi air saat itu menurun.
Penggunaan genset bersama mitra hanya mampu menopang sekitar 30 persen produktivitas air. Dengan kembalinya pasokan listrik, operasional instalasi mulai pulih, tetapi distribusi kepada pelanggan masih membutuhkan waktu untuk kembali normal secara menyeluruh.
Mobil Tangki Disiagakan untuk Pelanggan Terdampak
Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1 x 24 jam, ABH menyiagakan mobil tangki air minum. Permintaan bantuan dapat dikoordinasikan melalui ketua RT/RW atau kelurahan setempat.
Pelanggan bisa menyampaikan permintaan melalui Kantor Pelayanan Pelanggan ABH di Bengkong, Batu Aji, dan Batam Center. Layanan juga tersedia lewat call center (0778) 5700 000 dan WhatsApp 0811 778 0155.
Warga di kawasan yang belum menerima aliran air diminta menunggu proses normalisasi sambil memanfaatkan layanan mobil tangki jika suplai terhenti lebih dari sehari.