BATAM — Potensi hujan di Batam dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk pola siklonik dan pertemuan massa udara di sekitar Natuna. BMKG menyebut kondisi itu mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan wilayah sekitarnya.
Peringatan dini paparan asap karhutla berlaku di seluruh Kepri. Asap dapat menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
BMKG meminta masyarakat di Kota Batam, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna mengantisipasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang itu dapat terjadi pada pagi, siang, hingga malam hari.
Prakiraan serupa berlaku untuk kabupaten lain dengan intensitas lebih ringan. Kabupaten Bintan berpotensi hujan ringan pada siang hari, sementara waktu lainnya berawan dengan kondisi udara kabur.
Suhu udara di Kepri berkisar 24 hingga 32 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 0–19 kilometer per jam.
Potensi hujan tidak serta-merta menghilangkan risiko kabut asap. Warga di seluruh Kepri tetap perlu mengikuti informasi dan peringatan resmi BMKG, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara.
Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan kendaraan di tengah kondisi udara kabur. Kelompok rentan gangguan pernapasan sebaiknya mengurangi paparan asap apabila kondisi udara memburuk.