Pencarian

Danantara Mulai Serok Saham di Tengah Gejolak IHSG Imbas MSCI

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:07:31 WIB
Danantara Mulai Serok Saham di Tengah Gejolak IHSG Imbas MSCI
Danantara mulai membeli saham di tengah gejolak IHSG yang dipicu ancaman MSCI.

KEPULAUAN RIAU — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membeli saham di tengah gejolak IHSG yang dipicu ancaman MSCI menurunkan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market. CIO Danantara Pandu Sjahrir menyatakan pembelian menyasar emiten dengan valuasi menarik, terutama saham BUMN yang dinilai masih punya fundamental dan prospek pertumbuhan baik.

Danantara memilih tidak menunggu pasar tenang. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara justru masuk ke pasar modal saat tekanan jual akibat isu MSCI masih berlangsung. Langkah itu diambil dengan pertimbangan bahwa valuasi sejumlah saham sudah berada di level yang menguntungkan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut pembelian saham sudah dimulai sejak sehari sebelum pernyataannya. Menurut dia, pembelian akan berlanjut selama harga dinilai masih mencerminkan nilai yang menarik.

Saham BUMN Jadi Incaran Utama

Pandu memisahkan antara isu yang sedang panas di pasar modal dan kondisi fundamental perusahaan yang tercatat di bursa. Baginya, keduanya tidak selalu bergerak searah.

Sejumlah emiten Indonesia, khususnya BUMN yang dimiliki Danantara, dinilai masih punya prospek bisnis menjanjikan. "Apalagi in particular saham-saham BUMN yang dimiliki oleh Danantara menurut kami memiliki fundamental yang baik, memiliki juga growth prospect yang baik, dan per hari ini valuasi yang sangat baik," ujar Pandu dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Pandu menegaskan Danantara Investment Management (DIM) tetap berorientasi laba dalam setiap keputusan investasi. Potensi imbal hasil sejumlah saham saat ini dinilai sebanding dengan risiko yang menyertainya.

"Dari sisi DIM tentunya kita selalu profit oriented, sekarang dari sisi risk reward menarik, kami juga sudah mulai masuk di pasar modal dan tentunya itu akan bertambah terus, tergantung nanti kondisi pasarnya," jelasnya.

Beli Saham Lewat Mitra Investasi

Danantara tidak memilih saham satu per satu. Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury menjelaskan perseroan merekrut mitra investasi di pasar global maupun lokal, dan mitra itulah yang menentukan pembelian berdasarkan pertimbangan profesional masing-masing.

"Jadi, cara kita berinvestasi di investasi publik, kita tidak memilih saham secara langsung. Kita merekrut mitra, baik itu di pasar global maupun juga di pasar lokal, kita memilih mitra yang nanti mereka lah yang akan melakukan investasi," ungkap Pahala.

Sebelum menunjuk mitra, Danantara menilai secara ketat rekam jejak dan kapasitas calon pengelola. Ada tiga pertimbangan utama yang dipakai: kinerja historis, kualitas tim investasi, dan mekanisme pengambilan keputusan.

Kinerja investasi pada periode sebelumnya menjadi faktor dengan bobot penilaian terbesar. "Pasti dong, nggak mungkin kita berinvestasi mencari mitra tidak atas dasar bagaimana historical performance. Tidak atas dasar, jadi team kemudian investment decision making process, performance, ini tiga hal yang paling utama untuk bisa kita menentukan dan memilih," tutup Pahala.

Tekanan MSCI dan Risiko Arus Keluar

Ancaman MSCI menurunkan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market menjadi pemicu utama gejolak IHSG. Jika terwujud, langkah itu berpotensi mengubah peta aliran dana asing yang selama ini masuk melalui indeks negara berkembang.

Di tengah situasi itu, Danantara memilih memanfaatkan pelemahan harga sebagai peluang akumulasi. Strategi ini menempatkan perseroan sebagai pembeli di saat sebagian investor memilih menahan posisi atau keluar dari pasar.

Bagi investor ritel, pernyataan Danantara menjadi sinyal bahwa dana pengelola investasi negara masih mengalir ke pasar saham domestik. Namun besaran dana yang dialokasikan, daftar emiten yang dibeli, serta target kepemilikan saham tidak diungkap dalam keterangan tersebut.

Posisi Danantara sebagai pemegang saham BUMN membuat langkah pembelian ini punya efek ganda: menopang harga saham di pasar sekaligus memperkuat kepemilikan negara atas emiten yang dinilai masih murah. Seberapa jauh strategi itu berlanjut akan bergantung pada pergerakan valuasi dan kondisi pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks