Pencarian

KP2MI Gandeng Pemprov Kepri dan Dua Politeknik di Batam, Siapkan Pekerja Migran Terampil Lewat MoU Lima Tahun

Selasa, 09 Juni 2026 • 13:08:31 WIB
KP2MI Gandeng Pemprov Kepri dan Dua Politeknik di Batam, Siapkan Pekerja Migran Terampil Lewat MoU Lima Tahun
Menteri P2MI Mukhtarudin menandatangani MoU lima tahun bersama Pemprov Kepri dan dua politeknik di Batam.

TANJUNGPINANG — Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan arah kebijakan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo untuk menggeser penempatan tenaga kerja Indonesia ke sektor formal dan profesional. “Ke depan yang harus kita persiapkan adalah penempatan pekerja migran yang skilled worker,” ujarnya dalam sambutan.

Modal Geografis dan Risiko Transnasional Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut posisi provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadi berkah sekaligus tantangan. Potensi geo-ekonomi memang besar, namun kerentanan terhadap penyelundupan narkotika dan perdagangan orang juga tinggi. “Kita rentan terhadap berbagai kejahatan transnasional,” katanya, menekankan perlunya sistem pelindungan yang kuat bagi calon pekerja migran.

Dua Pilar Utama: Pelatihan Vokasi dan Sistem Pengawasan

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan dan pelatihan kompetensi bagi calon PMI, keluarga, hingga purna PMI. Materi pelatihan mencakup penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi. Di sisi lain, sistem pelindungan diperketat melalui pengawasan terhadap perusahaan penempatan dan lembaga pelatihan kerja, penyediaan layanan pengaduan terpadu, serta fasilitasi pemulangan pekerja bermasalah secara layak.

“Kami juga akan membentuk Migrant Center, melakukan harmonisasi standar kompetensi, sertifikasi, hingga penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelas Ansar.

Politeknik Jadi Ujung Tombak Cetak SDM Global

Pemerintah Provinsi Kepri selama ini mendorong perbandingan jumlah SMK mencapai 70 persen berbanding 30 persen SMA. Langkah itu dinilai selaras dengan kebutuhan industri dan investasi yang terus tumbuh di Batam dan sekitarnya. Politeknik Negeri Batam dan Politeknik Pariwisata Batam akan menjadi mitra strategis dalam menyusun kurikulum pelatihan yang sesuai standar pasar kerja internasional.

Mukhtarudin menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pendidikan ini penting untuk membangun ekosistem pekerja migran yang profesional sejak dari proses penyiapan sumber daya manusia. “Kepri punya modal besar karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ini harus kita optimalkan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks