Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan aparatur sipil negara di Provinsi Kepulauan Riau yang belum memiliki rumah pertama bisa mencicil rumah subsidi dengan tenor hingga 40 tahun. Skema itu disampaikan dalam simulasi pembiayaan rumah harga sekitar Rp 170 juta, dengan angsuran tenor 20 tahun di kisaran Rp 1 jutaan per bulan. Program KPR Sejahtera FLPP disebut menjadi salah satu jalan mengurangi backlog kepemilikan rumah di daerah itu.
TANJUNGPINANG — Senior Vice President Pemasaran Pembiayaan I BP Tapera Mungki Indriati Prativi menyebut tenor 40 tahun sebagai opsi, bukan patokan umum. Data historis lembaganya menunjukkan mayoritas peminjam memilih tenor 10, 15, dan 20 tahun.
"Tenor 40 tahun itu adalah opsi. Secara historikal data di kami rata-rata di 10, 15, dan 20 tahun," kata Mungki di Kota Tanjungpinang, Sabtu.
Simulasi Rumah Rp 170 Juta di Kepri
Mungki memaparkan simulasi pembiayaan rumah di Kepri dengan harga sekitar Rp 170 juta. Dengan tenor 20 tahun, angsuran bulanan berada di kisaran Rp 1 jutaan.
Angka itu menjadi gambaran bagi ASN yang belum memiliki rumah pertama dan memenuhi persyaratan. Skema pembiayaan disalurkan lewat KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Rumah Tapak dan Rusun Subsidi
BP Tapera menyediakan dua bentuk pembiayaan lewat program itu, yakni rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi. Keduanya menyasar masyarakat yang memenuhi kualifikasi untuk memperoleh pembiayaan rumah pertama.
Program KPR Sejahtera FLPP telah berjalan sejak 2010. BP Tapera bersama bank penyalur dan pengembang terlibat dalam upaya menekan backlog kepemilikan rumah, termasuk di wilayah Kepri.
"Melalui program ini negara hadir untuk dua solusi nyata, yakni rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi," ujarnya.
Pemkot Tanjungpinang Siapkan Skema Lahan
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menilai kepemilikan rumah menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terutama yang belum memiliki hunian sendiri.
"Rumah bukan sekadar tempat bernaung, melainkan fondasi paling mendasar dalam membina keluarga, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kesejahteraan sumber daya manusia," ujar Ariza.
Pemkot Tanjungpinang akan bekerja sama dengan BP Tapera dan pihak pengembang untuk membuka akses pembiayaan rumah bagi ASN yang belum memiliki rumah pertama.
"Memang ada wacana kerja sama dengan pihak pengembang, termasuk BP Tapera. Konsepnya pemerintah daerah menyediakan lahan, sehingga mempermudah kita mendapatkan rumah agak murah," katanya pula.
Angsuran Tetap Jadi Pertimbangan
Bagi ASN di Kepri, pilihan tenor menentukan besar angsuran bulanan yang harus disisihkan dari penghasilan. Tenor lebih panjang menekan angsuran per bulan, tetapi total pembayaran sepanjang masa kredit ikut membengkak.
Pemohon perlu memastikan status rumah pertama, kelayakan penghasilan, dan kualifikasi lain yang ditetapkan bank penyalur. BP Tapera menempatkan program ini sebagai solusi hunian sekaligus instrumen pengurangan backlog kepemilikan rumah di Indonesia.