Pencarian

Survei BMW: 42% Warga AS Baru Mau Beli EV Kalau Jarak Tempuh 300 Mil

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 14:06:31 WIB
Survei BMW: 42% Warga AS Baru Mau Beli EV Kalau Jarak Tempuh 300 Mil
Survei BMW Group menemukan 42% warga dewasa AS menuntut jarak tempuh minimal 300 mil sebelum membeli mobil listrik.

KEPULAUAN RIAU — Survei BMW Group menemukan 42% orang dewasa Amerika Serikat menuntut jarak tempuh minimal 300 mil sebelum mau membeli mobil listrik, meski 73% mengaku 25-75 mil sudah cukup untuk rutinitas harian. Temuan ini menunjukkan ada jurang antara kebutuhan nyata dan ekspektasi konsumen saat masuk ke dealer. Survei dilakukan terhadap 1.005 orang dewasa AS dan hasilnya ditimbang agar mewakili populasi.

Survei yang digelar Big Village untuk BMW Group ini melibatkan 1.005 orang dewasa Amerika Serikat. Hasilnya, 18% responden bahkan menginginkan jarak tempuh 400 mil atau lebih sebelum mempertimbangkan kendaraan listrik.

Angka itu jauh melampaui kebutuhan harian yang diakui responden sendiri. Sebanyak 73% menyatakan jarak 25 hingga 75 mil sudah lebih dari cukup untuk aktivitas rutin mereka.

Mengapa Ekspektasi Jarak Tempuh Melonjak

Orang tidak membeli mobil hanya untuk belanja harian. Ada perjalanan jauh, rute memutar yang tak terduga, dan pertanyaan soal kapan serta di mana bisa mengisi daya.

Jarak tempuh yang cukup untuk komuter harian belum tentu meyakinkan seseorang di ruang pamer. Konsumen ingin kepastian bahwa kendaraan mereka bisa menghadapi segala situasi.

Pengisian Daya Cepat Jadi Daya Tarik

Kemampuan menambah sekitar 150 mil jarak tempuh dalam 10 menit membuat 53% responden lebih mungkin mempertimbangkan kendaraan listrik. Minat ini paling tinggi di kalangan anak muda.

Sebanyak 70% generasi Z dan 65% milenial menyatakan hal serupa. Artinya, kecepatan pengisian daya menjadi faktor penting bagi kelompok usia produktif.

Harga Masih Jadi Penghalang Terbesar

Meski 68% responden mengaku terbuka pada kendaraan listrik, harga mobil tetap menjadi batu sandungan utama. Harga beli menjadi hambatan bagi 51% responden.

Kekhawatiran berikutnya adalah umur pakai baterai atau biaya penggantiannya, yang disebut 31% responden. Sebanyak 55% bersedia mempertimbangkan kendaraan listrik bekas atau certified pre-owned jika harganya cukup menghemat pengeluaran.

Alasan Utama Pindah ke Mobil Listrik

Biaya kepemilikan dan operasional yang lebih murah menjadi alasan terbesar responden tertarik beralih ke kendaraan listrik. Alasan lain mencakup performa lebih baik, teknologi canggih, dan emisi lebih rendah.

Fitur cadangan daya rumah juga menambah daya tarik. Sebanyak 57% responden menyatakan kemampuan menjaga pasokan listrik rumah saat pemadaman membuat mereka lebih mungkin mempertimbangkan kendaraan listrik.

Keluhan Konsumen Soal Klaim Jarak Tempuh

Seorang pembaca mengungkapkan bahwa jarak tempuh yang dipromosikan sering jauh dari kenyataan di jalan raya. Menurutnya, angka yang tertera selalu lebih rendah saat berkendara di kecepatan tinggi.

Ia juga menyoroti bahwa jendela pengisian 10-80% memangkas jarak tempuh efektif, belum lagi tambahan penalti saat cuaca dingin. Mobil bensin dengan jarak tempuh 400 mil lebih pun bisa dibeli dengan harga lebih murah.

Pengalaman pribadinya menunjukkan kebutuhan perjalanan pulang-pergi 250 mil dengan kecepatan jalan raya 70 mil per jam sulit dipenuhi mobil listrik berjarak tempuh EPA 280 mil lebih. Baginya, mayoritas orang ingin mobil yang bisa melakukan segalanya, dan jarak tempuh 300 mil ke atas memberi ketenangan pikiran.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks