KEPULAUAN RIAU — Tim SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung menjuarai DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 setelah bersaing dengan 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi. Penghargaan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung diserahkan pada 24 September 2026 melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah. Kemenangan ini menegaskan bahwa siswa dari daerah memiliki peluang bersaing di tingkat nasional.
Kompetisi yang digelar Nestlé DANCOW sejak 2025 ini dirancang selaras dengan kurikulum nasional, dengan pendekatan edutainment yang menggabungkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional. Babak final berlangsung Juli-Agustus 2026. Tiga siswa yang membawa nama SD Fransiskus 2 Pahoman ke puncak adalah Nicholas Onggarahardja, Jeselyn Charissa Abuyanin, dan Bagas Arka Saksono.
Apresiasi Pemkot Bandar Lampung untuk Para Juara
Penghargaan diserahkan melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung. Prosesi itu turut disaksikan tim Nestlé Indonesia, pimpinan sekolah, guru, orang tua, dan siswa.
Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, yang diwakili Eka Afriana, menyampaikan apresiasi kepada tim juara dan pihak yang mendampingi mereka.
"Selamat kepada ananda Nicholas, Jeselyn, dan Bagas dari tim SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung yang sudah mampu menjadi yang terbaik atas keberhasilannya meraih gelar juara nasional DANCOW Indonesia Cerdas Season 2. Saya juga mengapresiasi peran Kepala Sekolah, para guru dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak dalam proses belajar, mengembangkan kemampuan, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berprestasi. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendiri," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan sektor swasta agar anak-anak mendapat kesempatan belajar lebih luas. Menurutnya, keberhasilan SD Fransiskus 2 Pahoman dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain di Bandar Lampung bahwa anak dari daerah mampu berprestasi di tingkat nasional.
Skala Kompetisi: 192.000 Siswa dari 15 Provinsi
Pada Season 2, DANCOW Indonesia Cerdas menjaring 192.000 siswa dari 2.168 sekolah yang tersebar di 40 kota dan 15 provinsi. Jumlah itu menjadikan kompetisi ini salah satu ajang edukasi berskala besar bagi siswa sekolah dasar di Indonesia.
Category Marketing Manager DANCOW, Yohana Yose Gunawan, menyatakan kompetisi ini merupakan wujud komitmen Nestlé DANCOW mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia melalui gizi dan stimulus belajar yang tepat.
"Nestlé DANCOW menghadirkan kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas sejak 2025. Kompetisi ini merupakan salah satu wujud komitmen Nestlé DANCOW untuk senantiasa mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia melalui pemberian gizi dan stimulus belajar yang tepat. Kami bangga bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia turut mendukung kompetisi yang kami rancang selaras dengan kurikulum nasional, di mana dilakukan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif untuk mendorong anak mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan emosional secara menyeluruh," ujar Yohana.
Peran Sekolah dan Orang Tua di Balik Gelar Juara
Kepala Sekolah SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung, Sr. M. Paulis FSGM. M.Pd, menyebut proses belajar anak-anak sebagai bagian paling membahagiakan dari pencapaian tersebut.
"Kami tentu sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak. Namun, yang paling membahagiakan adalah menyaksikan proses mereka untuk menjadi juara. Mereka belajar berdisiplin mempersiapkan diri, saling mendukung sebagai tim, berani menghadapi tantangan, dan tetap berjiwa besar dalam setiap tahapan kompetisi," ujarnya.
Ia berharap kemenangan ini menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak mampu berprestasi selama memiliki kemauan belajar dan keberanian mencoba, dengan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
Jejak Kompetisi Sejak 2025
DANCOW Indonesia Cerdas pertama kali digelar pada 2025 dan mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Formatnya menggabungkan pembelajaran interaktif dengan pengalaman di luar kegiatan belajar sehari-hari. Pada Season 2, babak final digelar Juli-Agustus 2026 dengan format program edutainment.
Kemenangan SD Fransiskus 2 Pahoman menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, sekolah, dan keluarga menjadi kunci membuka ruang prestasi bagi siswa. Bagi sekolah lain di daerah, capaian ini bisa menjadi acuan bahwa kompetisi nasional bukan hanya milik sekolah di kota besar.