Pencarian

Risiko Penularan Kuman di Gym dan Kompetisi, Dokter Beri Peringatan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 09:08:32 WIB
Risiko Penularan Kuman di Gym dan Kompetisi, Dokter Beri Peringatan
Alat olahraga yang digunakan bergantian tanpa dibersihkan berpotensi menjadi jalur perpindahan kuman antar pengguna.

KEPULAUAN RIAU — Insiden atlet Hyrox Beijing yang mengalami cepirit tapi tetap melanjutkan lomba jadi pengingat keras soal kebersihan alat olahraga bersama. Spesialis kedokteran olahraga dr Zaini Kadhafi Saragih, SpKO(K), mengingatkan risiko penularan kuman di gym dan kompetisi bisa sangat besar jika higienitas diabaikan.

Alat olahraga yang dipakai bergantian tanpa dibersihkan jadi jalur cepat perpindahan kuman antar pengguna. Risiko itu makin tinggi saat kompetisi, ketika puluhan hingga ratusan orang berkumpul di satu arena dengan peralatan yang sama.

Kejadian di Hyrox Beijing memberi gambaran ekstrem bagaimana kebersihan yang diabaikan bisa berdampak ke peserta lain. Seorang atlet dilaporkan mengalami cepirit, tetapi tetap melanjutkan lomba sehingga peserta di sekitarnya berisiko terpapar kotoran dan kuman yang dibawanya.

Mengapa Alat Olahraga Bersama Jadi Sumber Penularan

Spesialis kedokteran olahraga dr Zaini Kadhafi Saragih, SpKO(K), membenarkan adanya risiko penularan kuman saat alat dipakai secara bergantian. Menurutnya, besarnya risiko sangat bergantung pada kondisi tempat dan situasi saat olahraga dilakukan.

"Itu sangat besar ya risikonya. Cuma memang, kembali lagi, setting tempat itu sangat berpengaruh," kata dr Zaini saat berbicara dengan detikcom, Selasa (13/10/2026).

Permukaan alat seperti matras, dumbbell, handle treadmill, dan mesin beban jadi titik yang paling sering disentuh banyak orang dalam waktu singkat. Keringat, kulit, hingga droplet bisa menempel dan berpindah ke pengguna berikutnya bila tidak dibersihkan.

Kompetisi Bikin Atlet Lebih Cuek soal Kebersihan

dr Zaini menyoroti bahwa saat kejuaraan atau kompetisi, atlet cenderung lebih fokus pada target menang dan mengabaikan kebersihan diri. Pola pikir ini yang membuat perilaku higienis sering terlewat.

"Banyak kejadian itu pada saat kejuaraan atau pada saat kompetisi, kita jadinya lebih cuek terhadap menjaga kesehatannya. Kenapa? Karena di pemikiran kita itu lebih fokusnya ke arah kita mau lomba ini, kita harus menang," ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan jumlah peserta yang lebih padat, durasi lomba yang panjang, dan fasilitas bersama seperti toilet, shower, serta area istirahat yang dipakai bergantian. Semua faktor itu memperbesar peluang penularan penyakit.

Kebiasaan Higienis yang Perlu Jadi Protokol Pribadi

Alih-alih mengandalkan kebersihan fasilitas saja, dr Zaini menekankan pentingnya membangun kebiasaan menjaga higienitas sebagai protokol pribadi. Kebiasaan ini berlaku baik saat latihan harian di gym maupun saat bertanding.

"Kebiasaan tadi itu, menggunakan alat-alat yang menjaga higienitas kita itu harus dibiasakan, supaya itu jadi semacam protokol pribadi kita," tuturnya.

Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:

  • Bersihkan alat sebelum dan sesudah dipakai dengan tisu antibakteri atau spray disinfektan yang tersedia di gym.
  • Gunakan handuk pribadi sebagai alas saat bersentuhan dengan matras atau bench.
  • Cuci tangan atau pakai hand sanitizer sebelum dan setelah menyentuh peralatan bersama.
  • Bawa botol minum sendiri dan hindari berbagi alat makan atau minum dengan orang lain.
  • Kalau sedang sakit, terutama gangguan pencernaan, sebaiknya tunda latihan di tempat ramai.

Kapan Perlu Waspada Lebih

Risiko penularan kuman di gym dan arena kompetisi memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi bisa ditekan dengan disiplin pribadi. Kalau setelah berolahraga muncul gejala seperti diare, mual, demam, atau infeksi kulit yang tidak wajar, segera konsultasikan ke dokter.

Untuk ibu yang rutin mengantar anak ke kelas olahraga atau ikut komunitas latihan bersama, ajarkan pula kebiasaan bersih ini sejak dini. Membawa handuk sendiri, tidak berbagi botol minum, dan mencuci tangan setelah latihan adalah kebiasaan kecil yang berdampak besar.

Menjaga higienitas saat olahraga bukan soal takut kuman berlebihan, tapi soal melindungi diri dan orang di sekitar. Dengan protokol pribadi yang konsisten, ibu tetap bisa aktif bergerak tanpa mengorbankan kesehatan.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks