BATAM — Pembagian masker gratis menyasar pengendara yang melintas di Bundaran BP Batam. Li Claudia turun langsung membagikan masker sambil mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Langkah itu diambil setelah ISPU Batam menyentuh angka 158. Kategori tidak sehat membuat Pemko Batam bergerak cepat, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
ISPU 158, Apa Artinya bagi Warga Batam?
Angka 158 dalam Indeks Standar Pencemar Udara menempatkan kualitas udara Batam pada level tidak sehat. Paparan kabut asap menjadi penyebab utama kondisi tersebut.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan berisiko mengalami gangguan pernapasan. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan pemilik penyakit bawaan seperti asma.
Li Claudia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak penting," kata Li Claudia.
Belajar dari Rumah Kembali Diterapkan untuk Siswa SD dan SMP
Pemko Batam menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi seluruh siswa SD dan SMP. Kebijakan ini berlaku untuk melindungi kesehatan anak dari paparan kabut asap.
Orang tua diminta memantau kondisi kesehatan keluarga secara berkala. Pemko Batam juga meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Li Claudia berharap kualitas udara segera pulih sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
"Mari bersama-sama menjaga kesehatan dan saling peduli," ujarnya.
Pembagian Masker di Bundaran BP Batam
Pembagian masker gratis dipusatkan di Bundaran BP Batam, salah satu titik dengan arus lalu lintas padat. Pengendara yang melintas langsung menerima masker dari Wakil Wali Kota.
Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah daerah terhadap memburuknya kualitas udara. Pemko Batam belum mengumumkan berapa total masker yang dibagikan maupun jadwal pembagian lanjutan.