KEPULAUAN RIAU — Devolver Digital, penerbit game indie yang dikenal lewat deretan judul eksentrik seperti Cult of the Lamb, Skate Story, dan Enter the Gungeon, resmi mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari bursa efek. Langkah ini menjadi penutup periode sulit perseroan sebagai perusahaan publik yang sahamnya tergerus hingga 96,27 persen dalam tiga tahun terakhir.
Saat initial public offering (IPO) pada 2021, Devolver Digital sempat dihargai di angka £694,6 juta atau sekitar Rp 15 triliun. Kini, kapitalisasi pasarnya menyusut menjadi hanya £34,64 juta, setara Rp 750 miliar—penurunan yang sangat kontras dengan kondisi industri game yang sedang lesu pasca-pandemi.
Dalam keterangan resmi kepada investor, manajemen menilai harga saham saat ini tidak mencerminkan nilai pasar perusahaan yang sebenarnya. Mereka juga menyebut tantangan untuk memenuhi ekspektasi pasar publik selama kondisi sektor yang sulit sebagai beban yang tidak relevan dengan urusan menerbitkan game.
Keputusan akhir ada di tangan pemegang saham. Rapat umum tahunan akan digelar pada 8 September untuk memilih apakah perusahaan resmi delisting. Jika disetujui, Devolver Digital akan resmi menjadi perusahaan privat pada 16 September.
Manajemen memperkirakan langkah ini menghemat sekitar US$ 1,6 juta per tahun—dana yang sebelumnya habis untuk biaya kepatuhan regulasi bursa dan administrasi publik lainnya.
Juru bicara Devolver Digital menegaskan alasan di balik keputusan ini kepada Gamesindustry.biz. Menurutnya, status privat akan memungkinkan tim internal—khususnya divisi finansial, legal, dan eksekutif—untuk fokus penuh pada kesehatan perusahaan jangka panjang.
"Kami tidak lagi ingin menghabiskan energi untuk memenuhi tuntutan pasar publik yang tidak ada hubungannya dengan menjadi penerbit game yang sukses," ujar sang juru bicara.
Pernyataan ini menegaskan arah baru Devolver yang ingin lepas dari tekanan pelaporan keuangan kuartalan demi kebebasan mengambil risiko kreatif. Industri game global sendiri memang sedang berada dalam fase koreksi besar-besaran pasca-booming pandemi, dengan gelombang PHK massal melanda bahkan perusahaan raksasa sekalipun.
Di tengah gejolak saham tersebut, Devolver tidak berhenti menerbitkan game. Cult of the Lamb yang rilis 2022 lalu menjadi salah satu judul indie paling sukses tahun itu, sementara Skate Story juga mendapat sambutan hangat dari kritikus. Belum ada pengumuman apakah rencana privatisasi ini akan mempengaruhi jadwal rilis game mendatang.
Bagi gamer Indonesia yang menantikan judul-judul Devolver berikutnya, keputusan ini justru bisa menjadi kabar baik. Tanpa tekanan investor jangka pendek, penerbit punya ruang lebih leluasa untuk mendukung developer indie bereksperimen—sesuatu yang selama ini menjadi ciri khas Devolver di kancah industri game global.