Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Bintan Hilang Saat Menyuluh Ikan di Teluk Bakau, Jasad Korban Dievakuasi ke Puskesmas Kawal

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:17:31 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad nelayan Bintan yang ditemukan di perairan Teluk Bakau ke Puskesmas Kawal.

BINTAN — Operasi pencarian terhadap Sutiyo (49) yang hilang saat menyuluh ikan di perairan Teluk Bakau berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (13/8/2026) sore, setelah sempat hilang kontak sejak dinihari.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan penemuan jasad korban. "Korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Kawal, Kabupaten Bintan," ujarnya, Kamis sore.

Pencarian Dimulai Setelah Rekan Hanya Menemukan Senter Korban

Kronologi bermula ketika Sutiyo bersama empat rekannya berangkat menyuluh ikan sekitar pukul 02.00 WIB. Rombongan memilih lokasi yang berbeda untuk memancing dengan bantuan cahaya di perairan Teluk Bakau.

Memasuki pagi hari, keempat rekan korban telah menyelesaikan aktivitasnya dan naik ke darat. Namun, Sutiyo tak kunjung kembali. Upaya pencarian awal dilakukan rekan-rekannya, tetapi mereka hanya menemukan senter milik korban yang biasa digunakan untuk menyuluh.

Setelah itu, laporan kehilangan diteruskan ke Polsek Gunung Kijang dan diteruskan ke Kantor SAR Tanjungpinang untuk ditindaklanjuti.

Drone dan Kapal Nelayan Dikerahkan untuk Menyisir Perairan

Personel SAR yang tergabung bersama unsur TNI dan warga sekitar langsung dikerahkan. Tim melakukan penyisiran dari tepian perairan Teluk Bakau menggunakan drone, sementara sebagian lainnya menyisir menggunakan kapal kayu milik nelayan.

Operasi pencarian berakhir setelah jasad Sutiyo ditemukan pada jarak kurang lebih 97,96 meter dari lokasi kejadian. Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke pangkalan masing-masing.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: vnews.click This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top