KEPULAUAN RIAU — Persaingan ponsel kelas menengah di India kini tidak lagi hanya soal spesifikasi mentah seperti prosesor atau kapasitas baterai. Produsen mulai menyematkan fitur kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya hanya ditemukan di ponsel flagship, menjadikannya nilai jual baru bagi konsumen yang menginginkan kemampuan lebih tanpa harus merogoh kocek dalam.
Fitur AI yang dihadirkan mencakup pengeditan foto berbantuan AI, peningkatan kualitas gambar, hingga integrasi dengan asisten virtual Google Gemini. Meski sebagian besar pemrosesan dilakukan melalui cloud, fitur-fitur ini tetap memberikan dampak nyata pada kreativitas dan produktivitas pengguna sehari-hari.
Beberapa model yang menjadi sorotan utama di segmen harga Rs. 30.000 (sekitar Rp 5,7 juta) antara lain:
Kemampuan AI pada ponsel-ponsel ini tidak sekadar tempelan. Ada beberapa fungsi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pengguna:
AI Photo Editing: Pengguna dapat menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto, memperbaiki komposisi, atau meningkatkan detail gambar secara otomatis. Proses yang biasanya membutuhkan aplikasi editing khusus kini bisa dilakukan langsung di galeri.
Image Enhancement: Algoritma AI menganalisis kondisi pencahayaan dan subjek untuk menghasilkan foto yang lebih tajam dan warna yang lebih akurat. Ini sangat membantu bagi pengguna yang sering memotret dalam kondisi minim cahaya.
Integrasi Google Gemini: Asisten virtual ini tertanam langsung di sistem, memungkinkan pengguna melakukan berbagai tugas seperti merangkum teks, membuat draf pesan, atau mencari informasi hanya dengan perintah suara atau teks.
Penting untuk dipahami bahwa mayoritas fitur AI pada ponsel kelas menengah ini berjalan melalui cloud, bukan diproses langsung di perangkat. Artinya, data foto atau perintah pengguna akan dikirim ke server untuk diproses, lalu hasilnya dikirim kembali ke ponsel.
Konsekuensinya, fitur-fitur ini membutuhkan koneksi internet yang stabil. Namun, pendekatan ini memungkinkan produsen menghadirkan kemampuan AI canggih tanpa harus memasang chip khusus yang mahal, sehingga harga ponsel tetap bisa ditekan.
Kehadiran fitur AI di segmen ini mengubah cara pengguna berinteraksi dengan ponsel mereka. Tugas-tugas yang sebelumnya rumit, seperti mengedit foto atau mengelola informasi, kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Bagi konten kreator pemula, ini adalah alat bantu yang berharga untuk menghasilkan karya lebih baik tanpa perangkat mahal.
Bagi pekerja profesional, integrasi AI untuk produktivitas seperti merangkum dokumen atau mengatur jadwal menjadi nilai tambah yang signifikan. Ponsel kelas menengah kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan asisten digital yang mampu meningkatkan efisiensi kerja.
Dengan tren ini, konsumen di kelas menengah tidak perlu lagi merasa tertinggal dari pengguna flagship. Fitur AI yang ditawarkan pada OnePlus Nord CE 6, Motorola Edge 70, dan Redmi Note 17 membuktikan bahwa teknologi canggih kini semakin demokratis dan dapat diakses oleh lebih banyak orang.