BINTAN — Tour de Bintan 2026 dipastikan menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Kepulauan Riau tahun ini. Selain diikuti 800 pesepeda dari 42 negara, ajang yang digelar Bintan Resorts bersama Trifactor ini juga diperkirakan menarik kedatangan 2.000 wisatawan pendamping serta lebih dari 500 kru pendukung ke Pulau Bintan.
Antusiasme peserta terlihat dari dominasi pesepeda mancanegara yang mencapai 616 orang. Beberapa klub sepeda ternama seperti Malaka Expedition Cycling Club, Singapore Women's Triathlon Club, Matador Racing, ANZA, dan Felis Velos dikabarkan akan ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Panitia menyiapkan lima pilihan jarak berbeda untuk mengakomodasi kemampuan para peserta. Mulai dari Gran Fondo Classic 150 km, Gran Fondo Century 100 km, Gran Fondo Challenge 70 km, hingga Gran Fondo Discovery 45 km dan Individual Time Trial 17 km.
Menurut Koordinator Utama Tour de Bintan, Raja Azmizal Usman, masing-masing kategori memiliki karakter yang berbeda. Pembalap kompetitif akan mengandalkan pengaturan tenaga dan kecepatan, sementara peserta rekreasi bisa menikmati rute dengan ritme lebih santai.
"Khususnya peserta Gran Fondo Discovery 45 km akan menikmati pengalaman sajian kopi istimewa," ujarnya.
Penyelenggaraan event ini mendapat dukungan solid dari Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kabupaten Bintan, serta Bintan Resorts Council. Sejumlah hotel dan fasilitas wisata di Lagoi Bay juga turut menjadi sponsor pendukung, termasuk Hotel Indigo Bintan Lagoi Beach by IHG, Holiday Inn Resort Bintan Lagoi Beach by IHG, dan Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon.
Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk Indonesia Cycling Federation (ICF) atas arahan dan dukungan yang diberikan.
"Kolaborasi ini menunjukkan semangat saling mendukung demi kesuksesan event ini yang mencakup berbagai kebutuhan operasional di lapangan, mulai dari sarana dan prasarana, persiapan rute, kesiapan teknis, dana, dan keselamatan peserta hingga akomodasi, transportasi juga layanan selama peserta berada di Pulau Bintan," terangnya, Kamis (20/8).
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping disebut bakal menggerakkan aktivitas ekonomi di Bintan. Permintaan untuk hotel, transportasi darat, laut, dan udara, restoran, hingga gerai makan dan minum oleh UMKM setempat diprediksi meningkat selama periode penyelenggaraan.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menilai event sport tourism seperti ini tidak hanya berdampak pada hari perlombaan. Banyak peserta yang datang beberapa hari lebih awal dan sebagian memilih tinggal setelah lomba selesai.
"Mereka juga menggunakan berbagai layanan lokal selama berada di Pulau Bintan. Karena itu, kami melihat Tour de Bintan sebagai salah satu kegiatan yang sangat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah," ungkapnya.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah komunitas sepeda sudah mulai terlihat melakukan latihan dan pengenalan rute di kawasan Lagoi Bay. Sementara tim penyelenggara terus menyelesaikan berbagai persiapan teknis menjelang hari perlombaan.