Danantara Fokus ke 19 Proyek Hilirisasi Rp 225 Triliun, Pengamat: Pastikan Multiplier Effect

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:55:01 WIB
Presiden Prabowo menegaskan Danantara sebagai instrumen penguatan investasi nasional secara bertahap dan terukur.

KEPULAUAN RIAU — Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pekan lalu menegaskan bahwa Danantara tidak hanya bertugas merestrukturisasi dan mengonsolidasi BUMN, tetapi juga menjadi instrumen penguatan investasi nasional secara bertahap dan terukur. Target ini berjalan di tengah perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan IMF tumbuh hanya 3,0 persen pada 2026.

Data makro terbaru menunjukkan investasi tumbuh 6,87 persen pada kuartal II 2026, melampaui pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang hanya 5,06 persen. Capaian ini sekaligus menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung, naik 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Proyek Percontohan PSEL dan Target Nasional 2029

Di luar sektor mineral dan energi, Danantara mengembangkan proyek percontohan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar, Bali. Proyek senilai Rp 3 triliun ini dirancang mengolah 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan beroperasi pada semester I 2028. Inisiatif ini menjadi bagian dari target nasional pembangunan 33 PLTSa hingga 2029.

Anchor Investor dan Ruang Kolaborasi bagi Industri Lokal

Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Terbarukan Kadin, Feiral Rizky Batabara, menilai Danantara dapat berperan sebagai anchor investor yang membuka ruang kolaborasi jangka panjang. Menurutnya, investasi berskala besar harus membuka peluang joint venture, co-investment, hingga keterlibatan perusahaan domestik dalam rantai pasok.

"Keberhasilan investasi tidak cukup dilihat dari besarnya modal yang dihimpun, tetapi juga dari ruang kolaborasi yang tercipta bagi perusahaan nasional," ujar Feiral. Ia menambahkan, keterlibatan industri nasional perlu dirancang sejak awal melalui pemetaan rantai pasok agar tercipta multiplier effect bagi pemasok lokal, UMKM, dan industri pendukung.

Kriteria Investasi yang Tepat Sasaran

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP), Doni Satria, mengingatkan agar investasi Danantara diarahkan pada proyek yang memiliki kelayakan usaha dan tata kelola baik. Hilirisasi sumber daya alam dinilai punya prospek pengembalian besar, namun harus diikuti pengembangan industri pendukung agar manfaatnya lebih luas.

"Kalau ada investasi besar, strateginya adalah investasi besar yang juga mendorong industri kecil," kata Doni. Ia menekankan bahwa investasi yang dikelola secara hati-hati akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa setiap rupiah investasi harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat. "Angka-angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir, tapi bagaimana kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Danantara diharapkan menjadi penghubung antara modal besar dan kapasitas industri nasional. Investasi tidak hanya menghasilkan aset dan keuntungan, tetapi juga memperkuat fondasi industri Indonesia dalam jangka panjang.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: olenka.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top