Alumni UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Siapkan Strategi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis: Ronal Siregar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:30:31 WIB
Suasana seminar alumni UPN Veteran Yogyakarta bersama Majalah TAMBANG di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Seminar bertajuk "Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif dan Produktif untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045" ini digagas sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan industri. Ketua Alumni Angkatan 1976 UPNVY, Ir. Bambang Hirawan, M.M., menegaskan alumni punya tanggung jawab moral untuk membagikan pengalaman panjang mereka kepada generasi penerus.

"Kami ingin alumni tidak hanya menjadi saksi perjalanan bangsa, tetapi juga ikut mengambil peran dan memberikan pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan Indonesia," ujarnya.

Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Utama

Wakil Ketua Alumni Angkatan 1976 UPNVY, Ir. Nur Hardono, menyebut lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya dibekali teori. Kompetensi praktis dan pengalaman langsung di lapangan menjadi syarat mutlak agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja.

"Perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Kita perlu memastikan mereka memiliki kompetensi, pengalaman, inovasi, dan produktivitas yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional," kata Doni, sapaan akrabnya.

Senada dengan itu, Pimpinan Majalah TAMBANG, Atep A Rofiq, menilai transformasi di sektor energi dan sumber daya mineral menuntut SDM yang adaptif. Industri tidak lagi sekadar mencari pekerja dengan keahlian teknis, tetapi juga yang memahami keberlanjutan dan mampu berinovasi di tengah perubahan teknologi.

Membedah Peluang Karier di Sektor Minerba

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Irhas Effendi, M.Si., akan membuka acara. Adapun Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., dijadwalkan menjadi keynote speaker dengan materi "Profil Industri Mineral dan Batubara, Peluang dan Tantangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi".

Materi ini diharapkan memberi gambaran utuh tentang arah industri minerba nasional sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier yang selama ini mungkin belum banyak diketahui.

Diskusi juga akan menghadirkan sejumlah praktisi. Tria Suprajeni dari PT Pesona Katulistiwa Nusantara akan memaparkan program magang dan kemitraan kampus-industri. Prof. Supandi dari PT Borneo Indobara membahas pengelolaan dampak lingkungan menuju praktik tambang yang baik. Sementara STJ. Budi Santosa dari MIND ID akan mengupas kualifikasi yang dibutuhkan untuk berkarier di holding industri pertambangan.

Acara yang dimoderatori Dra. Kris Pudyastuti, M.Sc., M.M., purnatugas PT Pertamina International Eksplorasi dan Produksi, ini dirancang sebagai ruang dialog lintas generasi. Kris juga aktif di Komite Teknik Panas Bumi 27-05 SNI dan mengajar di Program S2 Geothermal Universitas Trisakti.

Bambang menekankan, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan. Dibutuhkan sinergi nyata dari semua elemen bangsa untuk mewujudkannya.

"Indonesia Emas 2045 bukan hanya sebuah target, tetapi cita-cita yang harus diwujudkan melalui kerja bersama, pendidikan yang kuat, dan kontribusi nyata dari setiap generasi," katanya.

Seminar ini menjadi salah satu upaya konkret alumni dalam merawat semangat kebersamaan yang terbangun sejak 1976, sekaligus memastikan regenerasi SDM Indonesia berjalan dengan arah yang jelas.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top