Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan air bersih secara gratis kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Penurunan debit air hingga 30 persen di penampungan Gunung Ranai menjadi pemicu utama distribusi darurat ini.
NATUNA — Tidak turun hujan selama dua pekan terakhir membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna mengalami kekeringan. Kondisi ini memaksa Pemkab Natuna bergerak cepat dengan mendistribusikan air bersih memakai mobil tangki ke titik-titik yang paling terdampak.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyebut langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar warga. Pendistribusian dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna dan diprioritaskan bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering.
Direktur Perumda Air Minum Natuna Zaharuddin mengungkapkan, volume penampungan di Gunung Ranai turun signifikan hingga sekitar 30 persen. Sementara itu, debit air di Bukit Berangin masih berada di kisaran 60 persen.
"Solusi kita saat ini menyalurkan air kepada masyarakat yang terdampak melalui mobil tangki," ujar Cen Sui Lan, Minggu.
Perumda Air Minum Natuna hanya memiliki dua unit mobil tangki untuk melayani seluruh wilayah terdampak. Karena itu, pendistribusian dilakukan secara bergilir dan berdasarkan antrean.
Zaharuddin meminta warga menyediakan wadah yang mampu menampung air untuk kebutuhan lima hari. "Penyaluran kita lakukan dengan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan," katanya.
Pemkab Natuna akan terus memantau kondisi ketersediaan air di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan agar distribusi air bersih tepat sasaran, terutama bagi warga yang paling membutuhkan.
Cen Sui Lan juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan dinilai penting agar sumber air yang tersisa bisa dimanfaatkan hingga cuaca kembali normal.
"Kita imbau juga jangan membuka lahan dengan cara dibakar atau melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran," tegasnya.
Masyarakat yang kesulitan memperoleh air dapat menyampaikan pengaduan kepada pihak Perumda Air Minum Natuna. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan mengupayakan sarana dan prasarana yang tersedia.
Dengan keterbatasan armada, Pemkab Natuna memastikan proses penyaluran akan terus berjalan secara bertahap. Warga diminta bersabar karena jumlah masyarakat terdampak cukup banyak dan penyaluran berulang membutuhkan waktu.