Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna memastikan pendampingan penuh dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pengembangan perkebunan kelapa di enam kecamatan. Sebanyak 497 petani yang tergabung dalam 34 kelompok tani akan menerima bantuan 38.500 batang bibit kelapa beserta pupuk organik dan dukungan dana pengolahan lahan.
NATUNA — Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan sembilan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pendampingan ini menyasar enam kecamatan, yaitu Bunguran Tengah, Bunguran Batubi, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, dan Bunguran Utara.
Kepala DKPP Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan para penyuluh akan memastikan proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan dilakukan sesuai teknis yang dianjurkan. Targetnya, tanaman kelapa bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Para petani penerima bantuan tidak hanya mendapat bibit unggul. Mereka juga memperoleh dukungan dana untuk dua kegiatan utama: pengolahan dan pemeliharaan lahan, serta kegiatan penanaman. Pemerintah turut memberikan pupuk organik untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Penyerahan bantuan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Sebelum bantuan cair, para petani sudah lebih dulu mendapat edukasi dari Kementan mengenai pengolahan lahan, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman, hingga cara penggunaan pupuk pada Sabtu (22/8).
Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Tutus Setiawan, mengaku edukasi yang diberikan membuka wawasan baru bagi para petani. Ia menilai selama ini banyak petani yang hanya menerima bantuan tanpa dibekali pengetahuan teknis perawatan.
"Petani juga diajarkan bagaimana mengolah lahan, membuat lubang tanam dan menggunakan pupuk. Jadi kami tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapat pengetahuan untuk merawat tanaman," ujarnya.
Tutus berharap pendampingan tidak berhenti setelah bantuan diserahkan. Ia meminta penyuluhan dilakukan secara berkelanjutan hingga tanaman kelapa tumbuh dan menghasilkan, sehingga komoditas ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga Natuna.
Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Dengan pendampingan teknis yang tepat, produktivitas kebun kelapa di Natuna diharapkan meningkat signifikan.
Dukungan penuh dari hulu ke hilir ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menggarap potensi perkebunan di daerah kepulauan. Jika berjalan sesuai rencana, program ini bisa menjadi model pengembangan komoditas lain di Natuna.