TANJUNGPINANG — Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin langsung Pembinaan Teritorial Terintegrasi TNI AL Tahun Anggaran 2026 di Halaman Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 19 September 2026. Panglima Komando Armada I Laksda TNI Haris Bima Bayuseto mendampingi Kasal bersama jajaran TNI AL dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepri. Rangkaian acara dibuka dengan penyambutan Kasal dan rombongan.
Setelah penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penayangan langsung berbagai program Binter TNI AL serta wawancara dengan warga yang terlibat. Kegiatan ini dirangkai sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut.
Sejumlah program yang telah berjalan di wilayah Kepri ditampilkan dalam acara tersebut. Mulai dari Layar Marathon di Nongsa Point Marina Batam, Sailing Camp di Tanjung Uban, hingga pelayanan kesehatan lewat Surya Bhaskara Jaya menggunakan KRI RJW-992.
Karya bakti dilaksanakan di Toapaya Utara, sementara bakti sosial memanfaatkan KAL Pintar di Pulau Ngenang. Kegiatan lain mencakup donor darah di Mako Koarmada I, penanaman mangrove, Program Laut Bersih (Prolasih), serta karya bakti di Pulau Penyengat.
Seluruh program diarahkan memberi manfaat langsung kepada warga sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI AL dan masyarakat di kawasan pesisir serta kepulauan.
Pangkoarmada I Laksda TNI Haris Bima Bayuseto menyatakan keterlibatan jajaran Koarmada I dalam Binter Terintegrasi sebagai bentuk komitmen TNI AL hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah maritim Provinsi Kepri.
"Ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Pangkoarmada I Laksda TNI Haris Bima Bayuseto, Senin, 21 September 2026.
Usai mengikuti kegiatan, Kasal bersama rombongan meninjau sejumlah UMKM dan bazar yang menjadi bagian rangkaian acara. Kunjungan itu menjadi ruang interaksi antara jajaran TNI AL dengan pelaku usaha dan masyarakat setempat.
Binter Terintegrasi tahun ini menyentuh sejumlah titik di Kepri, dari Batam, Tanjung Uban, hingga Pulau Ngenang dan Pulau Penyengat. Program serupa diarahkan berlanjut pada wilayah kepulauan lain sesuai agenda TNI AL.