BMKG Batam Prakirakan Hujan Guyur Batam hingga Natuna Kamis Ini, Natuna dan Lingga Diminta Waspada Petir

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:05:02 WIB
BMKG Batam memprakirakan cuaca Kepulauan Riau didominasi cerah berawan hingga berawan tebal pada Kamis, 24 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca Kepulauan Riau pada Kamis, 24 September 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan tebal, namun potensi hujan ringan hingga sedang masih membayangi Batam, Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Lingga, dan Natuna. Fenomena belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepri memicu penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan. BMKG mengingatkan warga Natuna dan Lingga waspada potensi curah hujan harian kategori sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BATAM — Prakiraan cuaca Kepulauan Riau yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam berlaku mulai Kamis, 24 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 25 September 2026 pukul 07.00 WIB. Meski secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan tebal, sejumlah daerah masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Daerah yang berpotensi hujan meliputi Batam, Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Lingga, hingga Natuna. Kondisi tersebut dipicu fenomena belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang memicu penumpukan massa udara, sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Natuna dan Lingga Diminta Waspada Petir hingga Angin Kencang

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mewaspadai potensi akumulasi curah hujan harian yang mencapai kategori sedang, yakni 20–50 mm per hari. Curah hujan kategori tersebut dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga.

Warga di dua kabupaten itu diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan. Petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan risiko tersendiri, mulai dari pohon tumbang hingga gangguan pada aktivitas pelayaran.

Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian Terpisah

Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan potensi sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kepulauan Riau. Kabut asap tersebut dapat mengganggu jarak pandang serta kesehatan pernapasan.

Peringatan ini relevan bagi warga yang hendak berkendara di pagi hari, terutama di jalur dengan visibilitas terbatas. Pengguna jalan diminta berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan bila kabut asap menebal.

Dampak ke Aktivitas Warga dan Pelayaran

Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan dengan mobilitas tinggi antar pulau, sehingga kondisi cuaca berdampak langsung pada jadwal pelayaran dan penerbangan. Hujan disertai angin kencang di perairan Natuna dan Lingga berpotensi memperlambat operasi kapal penumpang maupun barang.

Bagi nelayan dan operator angkutan laut, imbauan waspada ini menjadi acuan sebelum melaut. Warga yang hendak bepergian antar kabupaten disarankan memeriksa informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum berangkat.

BMKG menyampaikan laporan prakiraan cuaca ini dari Batam sebagai rujukan resmi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Pembaruan cuaca berikutnya akan mengikuti perkembangan dinamika atmosfer di wilayah setempat.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top