Udang Setan Invasi Perairan Inggris, Spesies Asli Terancam

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 24 September 2026 | 19:10:01 WIB
Udang setan Dikerogammarus haemobaphes ditemukan di Holy Brook, anak Sungai Kennet, Inggris.

KEPULAUAN RIAU — Spesies udang invasif Dikerogammarus haemobaphes ditemukan di Holy Brook, anak Sungai Kennet yang melintasi Wiltshire dan Berkshire, Inggris. Krustasea pemakan telur ikan ini mengancam populasi spesies asli di perairan yang dilindungi. Organisasi Action for the River Kennet mendesak warga segera melapor jika menemukan hewan tersebut.

Udang setan atau demon shrimp pertama kali terdeteksi di Holy Brook, anak sungai Kennet yang mengalir melalui wilayah Wiltshire dan Berkshire. Kehadirannya di perairan yang berstatus dilindungi memicu kekhawatiran serius di kalangan pegiat konservasi air Inggris.

Nama latin spesies ini adalah Dikerogammarus haemobaphes. Ukurannya lebih besar dibanding gammarid asli Inggris dan punya ciri khas berupa garis di punggung. Julukan "demon" melekat karena sifat invasifnya yang agresif terhadap ekosistem baru.

Sejarah Invasi Sejak 1955

Invasi pertama Dikerogammarus haemobaphes tercatat di Danau Balaton, Hongaria, pada 1955. Dari sana, udang ini menyebar ke sejumlah sungai dan danau di Austria, Belgia, Jerman, Polandia, Rusia, Ukraina, hingga akhirnya mencapai Inggris.

Kecepatan penyebarannya didukung laju pertumbuhan tinggi dan kematangan dini. Tingkat kesuburannya jauh melampaui spesies gammarid asli, sehingga populasi udang setan bisa meledak dalam waktu singkat.

Faktor lain yang membuatnya sukses berinvasi adalah toleransi salinitas yang luas, preferensi sedimen tertentu, dan daya tahan terhadap suhu ekstrem. Konektivitas jalur air antarnegara Eropa serta lalu lintas perahu dan kapal mempercepat perpindahannya.

Ancaman bagi Ikan Kecil dan Kualitas Air

Udang setan memakan ikan kecil dan telur ikan. Kemampuannya membersihkan air juga lebih rendah dibandingkan spesies asli, sehingga kualitas ekosistem sungai bisa menurun.

Anna Forbes, Manajer Pendidikan dan Penyuluhan Action for the River Kennet (ARK), menegaskan pentingnya tindakan pencegahan.

"Periksa, Bersihkan, Keringkan itu sangat penting. Udang setan memakan ikan kecil, telur ikan, kurang efektif dalam membersihkan air dibandingkan spesies asli, dan sangat agresif. Mereka tidak seharusnya ada di lingkungan ini," ujarnya seperti dikutip dari BBC.

ARK mendesak siapa pun yang menemukan spesies ini untuk segera melapor. Pengguna sungai juga diminta mengikuti panduan pemerintah bertajuk Check, Clean, Dry.

Peran Kayak dan Perahu dalam Penyebaran

Udang setan berasal dari Laut Hitam. Hewan ini diyakini tiba di Inggris dengan menempel pada lambung kapal, lalu menyebar secara lokal melalui pendayung kayak dan pemancing yang tidak menyadari keberadaannya.

Pedoman Check, Clean, Dry menyerukan pengeringan menyeluruh semua peralatan dan pakaian setelah beraktivitas di air. Langkah ini dianggap krusial untuk menahan laju penyebaran udang setan ke perairan lain.

Masalah Invasif yang Lebih Luas di Barat Daya Inggris

Penemuan di Holy Brook bukan kasus tunggal. Udang karang sinyal Amerika yang invasif masih menjadi masalah di Prior Park Landscape Garden, Bath, dan sebelumnya menyebabkan kerugian jutaan poundsterling.

Piers Horry, Manajer Taman dan Area Luar Ruangan, menyatakan pengendalian spesies invasif yang sudah menetap sangat sulit dilakukan.

"Kami telah mencoba membasmi mereka, tetapi kami terkejut betapa cepatnya populasi itu meningkat pesat setelah kerusakan diperbaiki. Kami sedang mempertimbangkan metode lain, seperti kemungkinan memperkenalkan predator, untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.

Bagi pengguna perairan di Inggris, laporan cepat ke ARK dan penerapan protokol Check, Clean, Dry menjadi langkah paling efektif untuk menekan perluasan udang setan ke sungai dan danau lain.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top