KEPULAUAN RIAU — Stunting masih jadi ancaman nyata bagi balita Indonesia, dan pencegahan paling efektif dimulai dari meja makan keluarga. RS Petrokimia Gresik Driyorejo menggelar edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang bagi para ibu di Desa Mojosarirejo, Gresik, dengan tiga pesan utama yang bisa langsung diterapkan di rumah.
Ahli Gizi RS Petrokimia Gresik Driyorejo, Alicia Ayu Chandra, S.Gz., memaparkan materi seputar stunting di hadapan puluhan ibu yang hadir dalam kegiatan CSR bertema "Dari Asupan Tepat, Tumbuh Kembang Hebat". Kegiatan berlangsung di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Selasa (20/10/2026).
Edukasi menyasar langsung para ibu sebagai pengambil keputusan utama soal asupan harian anak. Setelah pemaparan, sesi tanya jawab dibuka dan mendapat respons aktif dari peserta.
Kegiatan mengangkat tiga pesan utama: penuhi gizinya, pantau tumbuhnya, dan dukung masa depannya. Ketiganya menekankan bahwa pencegahan stunting tidak berhenti di pemberian makan bergizi.
Pemantauan pertumbuhan berkala sama pentingnya. Tanpa pengukuran rutin, ibu sulit tahu apakah berat dan tinggi anak sesuai kurva pertumbuhan atau mulai melenceng.
RS Petrokimia Gresik Driyorejo menjadikan edukasi ini bagian dari rangkaian HUT ke-16 dengan tema "Building Impact, Growing Together". Fokusnya memperkuat kontribusi sosial di bidang kesehatan, terutama pencegahan stunting sejak usia dini.
Pesan pertama, penuhi gizi anak dengan makanan beragam dan seimbang sesuai usia. Untuk balita, pastikan sumber protein hewani masuk ke menu harian, bukan hanya karbohidrat dan sayur.
Pesan kedua, pantau tumbuh kembang secara berkala. Timbang berat badan dan ukur tinggi anak setiap bulan, lalu catat hasilnya di buku KIA agar tren pertumbuhannya terlihat jelas.
Pesan ketiga, dukung masa depannya lewat stimulasi dan lingkungan yang aman. Gizi saja tidak cukup tanpa pola asuh responsif dan keterlibatan keluarga dalam pengasuhan sehari-hari.
Kepala Desa Mojosarirejo, Sukendah, S.H., menekankan pentingnya komitmen orang tua membawa balita ke Posyandu secara rutin. Menurutnya, pemantauan pertumbuhan jadi langkah penting agar perkembangan anak mendapat perhatian memadai.
"Anak adalah masa depan bangsa. Karena itu, saya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memantau tumbuh kembang anak dan rutin membawa balita ke Posyandu," ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Lewat Posyandu, ibu mendapat pengukuran gratis, imunisasi, dan konsultasi kader. Jika ditemukan tanda pertumbuhan tidak sesuai, rujukan ke tenaga kesehatan bisa dilakukan lebih cepat.
Kepala Puskesmas Karangandong, dr. Hilda Betsy, berharap seluruh balita di Desa Mojosarirejo senantiasa sehat dan mendapat perhatian optimal selama masa pertumbuhan. Harapan itu sejalan dengan pentingnya keterlibatan orang tua dan tenaga kesehatan dalam memantau perkembangan anak sejak dini.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Petrokimia Gresik Driyorejo, drg. Tien Maroussiah, menyebut program ini bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Kolaborasi rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai jadi kunci penguatan upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Segera bawa anak ke puskesmas atau dokter jika berat badannya tidak naik selama dua bulan berturut-turut, tinggi badannya jauh di bawah anak seusia, atau muncul tanda anemia seperti lemas dan pucat. Ibu juga perlu berkonsultasi bila anak sulit makan dalam waktu lama.
Pencegahan stunting paling efektif lewat langkah kecil yang konsisten: menu bergizi tiap hari, catatan pertumbuhan di buku KIA, dan kunjungan rutin ke Posyandu. Tiga kebiasaan ini bisa ibu mulai pekan ini juga.