Wali Kota Amsakar Achmad Tekankan Keseimbangan Buruh dan Pengusaha di Batam

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 13:34:17 WIB
Wali Kota Amsakar Achmad memberikan arahan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Batam.

BATAM - Pemerintah Kota Batam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan mengedepankan semangat kolaborasi antara elemen pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Dataran Engku Putri tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir langsung untuk memberikan arahan di hadapan ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam dan Kepulauan Riau.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran pejabat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peringatan tahun ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk merefleksikan kebijakan ketenagakerjaan, terutama setelah penetapan Upah Minimum Kota (UMK) terbaru yang dinilai sebagai salah satu pencapaian komunikasi paling harmonis di Batam.

Dialog UMK Paling Kondusif dalam Satu Dekade

Dalam pidatonya, Amsakar Achmad menyoroti proses penetapan UMK terbaru yang berjalan dengan sangat kondusif. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hasil dari proses dialog panjang dan transparan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah salah satu yang terbaik selama masa kepemimpinannya di Batam.

"Keputusan UMK yang ditetapkan kemarin menjadi salah satu yang paling kondusif selama 11 tahun saya memimpin Batam. Kita memilih jalan tengah yang mempertemukan kepentingan pekerja dan pengusaha," ujar Amsakar di hadapan para peserta May Day. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya sekadar menetapkan angka, tetapi mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak.

Amsakar juga mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai upah kini telah berkembang lebih luas. Pemerintah mulai menyentuh komponen-komponen upah yang selama ini jarang diperdebatkan di ruang publik. Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk memperluas rasa keadilan bagi para buruh, sekaligus memastikan keberlangsungan operasional perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.

Capaian Investasi dan Peningkatan Kesejahteraan

Selain isu pengupahan, Wali Kota Batam memaparkan data pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayahnya. Realisasi investasi di Batam sepanjang tahun terakhir tercatat mencapai Rp 69,3 triliun. Angka ini mencerminkan pencapaian sebesar 115,5 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya, menandakan kepercayaan investor yang masih sangat tinggi terhadap iklim usaha di Batam.

Keberhasilan di sektor investasi ini berdampak linear terhadap kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam tercatat mengalami kenaikan dari 83,3 menjadi 83,8. Atas capaian ini, Pemerintah Pusat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam karena dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan serta menekan tingkat pengangguran terbuka secara efektif.

"Batam mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan menekan tingkat pengangguran terbuka," katanya. Amsakar menekankan bahwa data-data positif ini merupakan bukti bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan produktivitas pekerja telah membuahkan hasil yang nyata bagi kesejahteraan daerah.

Tantangan Migrasi dan Tekanan Ketenagakerjaan

Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif, Amsakar mengakui bahwa sektor ketenagakerjaan di Batam masih menghadapi tekanan yang berat. Status Batam sebagai salah satu dari lima besar daerah tujuan migrasi nasional menjadi tantangan tersendiri. Batam kini sejajar dengan kota-kota industri besar lainnya seperti Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang dalam hal daya tarik bagi pencari kerja dari luar daerah.

Tingginya arus migrasi ini berimplikasi langsung pada sulitnya menekan angka pengangguran secara drastis, meskipun penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja dalam setahun telah mencapai 63,4 persen. Pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya memerlukan strategi penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan angkatan kerja terus meningkat. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama," tegas Amsakar. Ia mengingatkan bahwa seluruh elemen masyarakat harus menyadari posisi strategis Batam agar tetap bisa menjaga daya saing di tengah arus migrasi yang masif.

Sebagai penutup, Amsakar mengajak seluruh buruh dan pengusaha untuk terus merawat kolaborasi yang telah terbangun. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi Batam sangat bergantung pada kondusivitas hubungan industrial. "Batam adalah rumah kita bersama. Kita yang menjaga, merawat, dan membangun kota ini agar semakin maju dan sejahtera," pungkasnya.

Reporter: Redaksi
Back to top