Masyarakat di Kepulauan Riau kini dapat mengawasi langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis melalui kanal pengaduan resmi milik Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG). Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi serta memastikan kualitas pangan yang diterima siswa sesuai standar gizi nasional.
TANJUNGPINANG — Pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kepulauan Riau kini berada di bawah pengawasan langsung masyarakat. Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) yang membawahi wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepri secara resmi membuka jalur komunikasi khusus bagi warga yang menemukan kejanggalan di lapangan.
Kepala KPPG Riau, Sumbar, dan Kepri, Syartiwidya, menyatakan bahwa partisipasi aktif warga sangat krusial untuk menjaga standar kualitas pangan. Ia menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan menjadi dasar evaluasi bagi penyelenggara program di daerah.
KPPG memetakan beberapa poin utama yang menjadi objek pengaduan. Masyarakat diminta tidak ragu untuk melapor jika menemukan masalah pada aspek-aspek berikut:
"Misalnya, ada ditemukan makanan atau buah-buahan kurang layak, silakan melapor. Kami segera tindak lanjuti laporan tersebut," ujar Syartiwidya saat dihubungi dari Tanjungpinang, Rabu (20/11/2024).
Untuk memudahkan jangkauan, KPPG menyediakan dua pintu utama pelaporan. Warga di Kepri bisa mengakses laman resmi melalui tautan https://s.id/PengaduanMBG_KPPG. Selain itu, tersedia pula jalur cepat melalui pusat dengan menghubungi nomor 127.
Syartiwidya mengimbau masyarakat agar menggunakan kanal resmi ini dibandingkan mengunggah keluhan ke media sosial. Menurutnya, laporan melalui jalur birokrasi yang tepat akan mempercepat proses investigasi dan penanganan di lapangan.
"Kalau ada temuan atau masalah MBG, sebaiknya langsung lapor melalui kanal resmi. Bukan di media sosial, karena kami akan kesulitan menindaklanjuti laporan tersebut," tegasnya.
KPPG menjamin kerahasiaan identitas setiap pelapor. Sistem pengaduan ini dirancang agar masyarakat merasa aman saat memberikan informasi tanpa perlu khawatir akan dampak personal. Syartiwidya memastikan setiap aduan yang masuk akan diverifikasi melalui penelusuran langsung di lokasi kejadian.
Langkah pengawasan ketat ini merupakan bagian dari upaya mengawal program Asta Cita agar tepat sasaran. Dengan adanya kanal ini, pemerintah berharap setiap penerima manfaat di Kepri mendapatkan asupan makanan yang aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
"Partisipasi suara masyarakat sangat penting untuk memastikan setiap penerima manfaat MBG menerima makanan yang layak, bergizi dan aman. Jadi, mari sama-sama kita kawal program ini," pungkas Syartiwidya.