NATUNA — BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna melakukan peninjauan mendalam terhadap kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berada di wilayah terluar. Langkah ini diambil untuk memastikan warga di pulau-pulau penyangga mendapatkan hak pelayanan medis yang setara dengan wilayah perkotaan.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Ira Triwahyuni, mengonfirmasi bahwa kegiatan verifikasi kelayakan ini dilaksanakan di Puskesmas Midai dan Puskesmas Suak Midai pada Jumat. Fokus utama pemeriksaan meliputi kesiapan infrastruktur, ketersediaan alat kesehatan, hingga kompetensi tenaga medis yang bertugas.
Proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan meninjau langsung kondisi fisik bangunan dan sistem pelayanan kepada pasien. Petugas juga memeriksa kelengkapan alat medis serta memastikan ketersediaan dokter dan perawat sesuai dengan rasio jumlah peserta JKN di wilayah tersebut.
Selain aspek fisik, koordinasi intensif dilakukan dengan pihak manajemen puskesmas untuk memetakan kendala operasional di lapangan. Hal ini mencakup kebutuhan mendesak akan fasilitas penunjang yang sering kali menjadi hambatan di wilayah kepulauan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan optimal,” ucap Ira Triwahyuni.
Hasil dari evaluasi ini nantinya akan menjadi rujukan bagi fasilitas kesehatan (faskes) untuk melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau performa mitra kerja mereka agar standar mutu tetap terjaga.
Hingga saat ini, BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna mencatat telah bekerja sama dengan 23 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang tersebar di berbagai kecamatan. Sebaran faskes ini diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata hingga ke pelosok desa.
“Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat Natuna dapat terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata,” ujar Ira.